KAOP KONTRAS Sumut Adinda Zahra, Meminta Seluruh Pelaku Termasuk yang Berasal Dari Unsur Militer Diadili Melalui Peradilan Umum

- Redaktur

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Adinda Zahra Kepala Operasional Kontras Sumatera Utara. (Sangkakala 7/Ist) (Jum’at, 26 Juni 2026).

Medan, Sumut || Sangkakala 7
Kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Luis David Hutabarat pada enam belas juni lalu mendapat perhatian serius dari Kontras Sumatera Utara. Dengan tangis pilu pecah saat Desi Natalia Nainggolan mengenang suaminya dan memohon kepada pihak aparat penegak hukum dapat menghukum pelaku seberat beratnya.

Di hadapan aktivis hak asasi manusia dan pendamping hukum di Kantor Kontras Sumatera Utara, (22/06). Desi Natalia Nainggolan istri korban Luis David Hutabarat, dengan isak tangis kesedihan mendalam menceritakan detik-detik saat mengetahui suaminya menjadi korban kekerasan.

Menurut Desi, saat itu ia melihat dua rekan suaminya dibonceng pihak perkebunan PT. APN Regional Sumut Satu Desa Sukarame Baru Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara, merasa curiga karena tidak melihat keberadaan suaminya, kemudian Desi meminjam sepeda motor tetangga dan berusaha mencari ke lokasi kejadian. “

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima keluarga, “korban diduga sempat dicekik oleh salah satu pelaku. Setelah kondisinya melemah, leher korban diduga kembali diinjak oleh pelaku lain yang menganggap korban hanya berpura-pura tak sadarkan diri”.

Kepala Operasional (KAOP) KONTRAS Sumatera Utara, Adinda Zahra, meminta seluruh pelaku, termasuk yang berasal dari unsur militer, diadili melalui peradilan umum agar prinsip kesetaraan di hadapan hukum dapat ditegakkan, dan agar seluruh pelaku, termasuk yang berasal dari unsur tni, diadili di peradilan umum dan seluruh proses hukum dilakukan secara transparan.

Selain itu, kontras juga membantah tudingan dari PT. Agrinas yang menyebut korban Luis David Hutabarat dan kawan-kawannya merupakan pelaku pencurian sawit, hingga saat ini tidak terdapat putusan hukum yang membuktikan tuduhan tersebut.

Akibat pembunuhan tersebut, korban Luis David Hutabarat meninggalkan satu orang istri dan empat anak yang masih kecil.

Dalam konferensi pers di medan,(22/06) KONTRAS menegaskan akan mengawal proses hukum hingga seluruh pihak yang terlibat diproses secara transparan dan akuntabel.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-070

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Pencuri Emas dan Ponsel di Tapteng Ditangkap Polisi
Pria Asal Pakkat Ditangkap Di Onan Ganjang, Polisi Sita Sabu dan Ganja
Anak Kandung Diduga Aniaya Ibu Hingga Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penanganan Intensif
Polres Toba Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Pengedar Sabu Ditangkap
Keberangkatan Wabup Humbahas ke Selandia Baru Lebih Awal Sebelum Masa Cuti Berlaku, Dipicu Kondisi Force Majeure ?
Simpan Sabu Didalam Korek Api, WP Warga Desa Somare Ditangkap Polisi
Polres Toba Gagalkan Peredaran Sabu Puluhan Gram di Porsea, Seorang Pria Diamankan
Tindaklanjuti Laporan Warga, Polres Tapteng Bekuk Pria Pemilik 7 Paket Sabu 
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pencuri Emas dan Ponsel di Tapteng Ditangkap Polisi

Senin, 27 Juli 2026 - 18:14 WIB

Pria Asal Pakkat Ditangkap Di Onan Ganjang, Polisi Sita Sabu dan Ganja

Senin, 20 Juli 2026 - 12:31 WIB

Anak Kandung Diduga Aniaya Ibu Hingga Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penanganan Intensif

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:28 WIB

Polres Toba Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Pengedar Sabu Ditangkap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:50 WIB

Keberangkatan Wabup Humbahas ke Selandia Baru Lebih Awal Sebelum Masa Cuti Berlaku, Dipicu Kondisi Force Majeure ?

Berita Terbaru

Hukum

Pencuri Emas dan Ponsel di Tapteng Ditangkap Polisi

Senin, 10 Agu 2026 - 21:07 WIB