KAB.BEKASI | Sangkakala TV –
Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
Untuk itu Koramil 05 Cibitung terus bekerja keras untuk menekan angka covid 19 di wilayah binaanya, agar penyebaran dapat teratasi Koramil 05 cibitung dampingi Nakes untuk melayani vaksin massal di Puskesmas Wanajaya Perum Kirana Cibitung Blok F3 RT 01/23 Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung Kab.Bekasi,
Senin (28/06/2021).
Sertu Yudi menuturkan, sebelum vaksinasi dilakukan setiap orang dicek kesehatannya terlebih dahulu, kemudian setelah diberikan vaksin semua orang disuruh untuk berdiam dulu selama 30 menit di ruang observasi guna melihat apakah ada dampak setelah vaksinasi, “tuturnya Yudi.
Dengan didampingi BKO Armed 7/Gs, sejumlah personil kepolisan,dan petugas Nakes, “Sertu Yudi Koramil 05 Cibitung melaksanakan giat Vaksin Sinovak tahap satu dengan jumlah 181 orang yang mengikuti, “terang Sertu Yudi.
Di tempat yang berbeda Kepala Desa Wanajaya Nurdin Kholid, mengungkapkan jangan takut untuk divaksinasi karena Pemerintah menjamin keamanan vaksin yang dipakai dan berharap semua dapat mendukung program pemerintah untuk memutus penularan covid-19, ” ucap kades.

Menurut penuturan tim medis kepada “Sertu Yudi bahwa Indonesia punya sejarah panjang dalam upaya penanggulangan penyakit menular dengan vaksinasi atau imunisasi. Indonesia juga berkontribusi terhadap penanggulangan penyakit di muka bumi ini melalui pemberian vaksinasi.
Sebagai contoh sejak pertama kali imunisasi cacar dicanangkan pada tahun 1956, akhirnya penyakit cacar bisa dieradikasi yaitu dimusnahkan atau
dihilangkan di seluruh dunia pada tahun 1974 sehingga pelaksanaan imunisasi campak distop pada tahun 1980.
Pun demikian dengan polio, sejak imunisasi polio dicanangkan pertama kali tahun 1972, Indonesia akhirnya mencapai
bebas polio tahun 2014.
Saat ini dunia termasuk Indonesia sedang dalam proses menuju eradikasi polio yang ditargetkan pada tahun 2023.
Contoh lain Indonesia dengan upaya gencar pemberian imunisasi tetanus Toxoid pada ibu hamil, Indonesia akhirnya mencapai status eliminasi tetanus maternal dan neonatal tahun 2016, ” tutupnya babinsa.
(Wiro)








