Kabid Pemberdayaan DPC SPRI Taput Minta Dinas PMD Konferensi Pers Biaya Total Untuk Studi Tiru Ke Bandung

- Redaktur

Sabtu, 23 September 2023 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Utara || Sangkakala7.tv
Sungguh sangat miris, Profesionalisme Dinas PMD Taput yang tetap memilih bungkam dan tidak membalas Konfirmasi wartawan terkait Biaya dan urgensi Kegiatan Studi Tiru Kades Se-Taput ke Bandung.

Minggu lalu, tepat tanggal 15 September 2023 para Kades se-Taput didampingi beberapa pejabat Pemkab Taput berangkat menuju Kota Bandung untuk mengikuti Studi Tiru yang direncanakan oleh Pemkab dalam hal ini Dinas PMD.

Banyak Pertanyaan yang timbul dikalangan masyarakat, terkait urgensinya kegiatan tersebut, dan apa situasi yang mendesak sehingga melakukan studi tiru yang cenderung hambur-hamburkan anggaran, hal itu di ucapkan AM kepada media ini pada 15/09/2023 yang lalu.

Untuk memastikan hal tersebut, media yang tergabung di DPC SPRI Taput, berulang kali melakukan konfirmasi melalui pesan digital kepada Donni Simamora Kadis PMD Kabupaten Tapanuli Utara, tetapi dari sekian banyak wartawan yang mempertanyakan hal tersebut tak satupun mendapatkan jawaban dengan baik malah tidak menjawab samasekali, dimana hal itu dibutuhkan untuk pemberitaan yang berimbang dan sebagai referensi untuk masyarakat Tapanuli Utara.

Sebagai pembuat kebijakan sudah selayaknya Dinas PMD melakukan Konferensi Pers kepada masyarakat untuk memberitahukan jumlah Biaya yang digunakan untuk kegiatan tersebut, dan apa manfaatnya untuk Masyarakat Taput, Ujar Bahari Simajuntak kepada Media ini, pada Kamis, 22/09/2023.

Bahari yang juga Kabid Pemberdayaan di DPC SPRI Taput, sangat menyayangkan sikap para pemimpin Pemkab Taput ini dan para pembuat kebijakan yang cenderung menutup-nutupi kegiatan tersebut, bahkan Bimtek yang dalam Tiga Tahun Terakhir dilaksanakan diduga tidak ada manfaat sama sekali.

Iya, seharusnya Pemkab dalam hal ini dinas terkait harus berani mempertanggungjawabkan kepada masyarakat yaitu tentang aliran uang Desa yang digunakan, apa untungnya dan apa saja yang akan diadakan, jangan-jangan ada yang dirahasiakan, ungkap Bahari.

Dia juga meminta kepada Pemkab untuk melakukan Konferensi Press terkait Studi Tiru, Bimtek yang dilaksanakan selama Tiga Tahun Terakhir, agar tercipta keterbukaan informasi publik sesuai perintah undang-undang.

Bahari juga meminta Pihak APH memeriksa dugaan Penyelewengan Biaya Bimtek kurun waktu tiga tahun terakhir, ungkapnya tegas.

Dikutip dari pemberitaan MediaTransparancy.com, Kamis 21/09/2023 terbitan Jakarta dengan Judul “Dasyat! Dalam Hitungan Jam APBD Taput Habis Di Jabar”, jika dilihat dari terbitan tersebut, maka dipastikan bahwa Kegiatan Studi Tiru tersebut viral sampai ke pulau Jawa.

Ironisnya para pemangku jabatan di Tapanuli Utara terkesan menyepelekankan komfirmasi media dan tidak mau ambil pusing.

Masih dalam tulisan MediaTransparancy.com menyebutkan, kegiatan tersebut hanya satu jam, setelah itu Bubar, dan kegiatan tersebut hanya buang anggaran disinyalir tidak terserap peserta apa hasilnya dibawa dan terlaksana di Taput, sebut Sumber yang tertulis di halaman berita tersebut.

Hal ini perlu disikapi dan dipertanyakan, dan kita sangat berharap dalam hal studi tiru tersebut dan Bimtek lainnya, layak menjadi perhatian APH Kejari Taput dan Kejatisu, pinta Bahari mengakhiri.

(Tohap Simaremare)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Humbahas Serahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu

Rabu, 30 Sep 2026 - 22:41 WIB

Pendidikan

Tiga Siswa Humbahas Siap Berlaga di Olimpiade Gasing Nasional

Rabu, 30 Sep 2026 - 22:38 WIB