DONGGALA | Sangkakala TV –
Kades Tompe kecamatan Serenja Kabupaten Donggala RS. Heri Hasbi kepada wartawan Sangkakala tv di ruang kantor Desa Tompe Senin 12 Juli 2021, mengatan, Sejak Pasca tsunami dan gempa tahun 2018 silam, dampaknya air laut pasang rob hingga ke pemukiman penduduk.
Belas hektar terendam akibat air laut pasang rob hingga sampe ke jalan raya. Air laut naik ada jeda bulannya kata Heri, setiap satu bulan sepuluh hari air genangi pemukiman penduduk dari bulan January sampai bulan April, air laut pasang rob dalam satu bulan dua kali.
Tetapi selama 5 hari itu air laut naik hingga ke dusun tiga, jadi satu bulan sampai 10 kali naik air laut pasang rob, ujar Heri.

Warga Dusun 3 jumlah Kepala Keluarga sebanyak 314 KK dan 80 persen warga pekerja sebagai nelayan dan masih bertahan hingga mendirikan pondok di lapangan sepak bola Tompe untuk bertahan hidup.
Sebagai pemerintah Desa, memberikan izin Hunian Sementara (Huntara) menjelang persiapan Hunian tetap, sudah di sediakan sebanyak 314 KK.
Itu di siapkan oleh pemerintah Daerah kabupaten Donggala.
Heri menegaska, para warga juga harus taat dan pindah di tempat yang layak tinggal yang sudah di siapkan oleh pemerintah Daerah kabupaten, karena kalau masih bertahan kesehatan kurang memadai dan kurang bersih tentu mengganggu kesehatan, tutur Heri Hasbi.
Heri menegaskan juga, insya Allah kalau tiada halangan akan di buat tanggul, untuk tempat pemukiman sudah di kosongkan dan segera di bangun Pasar Tompe, insyaAllah kata Heri Hasbi.
Di tempat terpisah, Erni nama samaran, masyarakat yang terdampak air pasang rob mengatakan, kami sangat senang dan gembira atas perhatian pemerintah daerah terhadap kami sebagai warga bahwa akan di siapkan Hunian Tetap dan kami siap pindah untuk kebaikan, ungkapnya. (HD)








