Ditimpa Musibah Laka Laut di Pulau Wetar, Nakhoda KLM. Irsal Berharap Bantuan Pemulangan

- Redaktur

Senin, 18 Desember 2023 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAYAR, SULSEL || Sangkakala7.tv
Musibah laka laut menimpa warga Dusun Latokdok Timur, Desa Kalao Toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Musliadi (39 tahun) bersama puteranya, Aditiya (17 tahun) yang bertolak meninggalkan Pasilambena dengan maksud berburu telur ikan dan memuat kerbau dari Pulau Wetar menuju Pulau Kalao Toa.

Namun naas, karena saat berencana akan kembali ke Pasilambena, pada hari, Jum’at, (8/12) kemarin, Kapal KLM. Irsal yang dikemudikan korban, mendadak mengalami trouble pada bagian mesin dan tidak dapat dioperasikan.

Diluar dugaan, angin timur yang disertai badai gelombang pasang air laut, datang tiba-tiba menghantam body kapal dan menyebabkan kapal terhempas hingga ke pinggir pantai.

Beruntung, karena korban bersama puteranya, berhasil lolos dari maut dan menyelamatkan diri ke darat.

Nakhoda KLM. Irsal, Musliadi (39 tahun) menuturkan, pasca insident itu, hampir tidak ada satupun barang yang bisa terselamatkan dari atas kapal,

Kekuatan gelombang, menyebabkan bagian kamar dan body kapal hancur berkeping keping.

Kendati begitu, nakhoda yang dibantu warga berhasil menyelamatkan dua unit mesin kapal yang dievakuasi ke darat bersama sisa bahan bakar solar.

Akan tetapj, sisa bahan bakar solar yang berhasil diselamatkan, habis dijarah, ungkapnya menguraikan kronologis kejadian.

Pasca musibah tersebut, korban dan puteranya, terpaksa harus tinggal menempati rumah kebun milik Udin, warga Pulau Kalao Toa yang sudah sejak lama tinggal berdomisili di wilayah Desa Ilputih, Kecamatan Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Korban mengaku, sudah sepuluh hari mencoba bertahan hidup dengan berbekal sisa uang yang hanya tinggal tiga puluh ribu rupiah di kantong.

Bermodalkan bantuan warga dan sisa uang yang dikantonginya, korban mencoba untuk bergeser meninggalkan Desa Ilputih dan berpindah lokasi ke Desa Masapun (Mahuan) untuk mencari jaringan telefon selular dan bantuan pertolongan.

Ditengah keterbatasan finansial yang dimilikinya, Musliadi berharap bisa segera mendapat bantuan fasilitasi pemulangan ke kampung halamannya di Pulau Kalao Toa.

(Fadly Syarif)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Berita Terbaru