BANJIR ROB MENGGENANGI PEMUKIMAN DAN RIBUAN HEKTAR LAHAN PERSAWAHAN, PERKEBUNAN

- Redaktur

Sabtu, 21 September 2024 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AEK KANOPAN, LABURA || Sangkakala 7
Banjir ROB merendam dua Kecamatan di Kabupaten Labuhan Batu Utara, selama dua hari 19 – 20/09/2024, selain merendam permukiman warga, banjir ROB juga menggenangi ribuan lahan areal persawahan dan perkebunan.

Puncak banjir rob terjadi sekitar Pukul 04.00 hingga pukul 05.00 Wib, pagi hari di saat warga sedang terlelap tidur.

Ketinggian air mencapai 50Cm sampai 1,5 Meter Tiga pemukiman warga, akibatnya sejumlah perabotan rumah tangga seperti Kulkas, Mesin Cuci dan lainnya terendam air asin, mengkibatkan rusak dan tidak dapat di pergunakan lagi. Banjir rob terpantau mulai surut sekira pukul 06.20 Wib.

Meskipun banjir rob datang dalam satu tahun sekali, namun banjir besar kali ini terjadi setelah sepuluh tahun yang lalu, mengakibatkan sedikitnya 4 desa terendam banjir rob, yaitu Desa Simandulang, Teluk Pulai Dalam dan Teluk Pulai Luar Kecamatan Kualuh Leidong dan Desa Tanjung Mangedar di Kecamatan Kualuh Hilir terendam banjir.

Selain banjir ROB menggenangi pemukiman warga, juga menggenangi ribuan hektar lahan perkebunan dan persawahan, dan di khawatirkan sebanyak ratusan hektar tanaman padi milik warga terancam mati.

Salah seorang warga korban banjir ROB Nasron Tanjung menjelaskan, sejak sepuluh tahun belakangan ini, baru kali ini banjir rob besar menerjang kampung mereka, diperkirakan ribuan rumah dan lahan pertanian di dua kecamatan terendam banjir air asin, termasuk desa mereka teluk pulai luar dimana salah satu tanggul penahan banjir rob telah jebol, akibatnya saat banjir rob tiba pemukiman mereka turut terendam air asin.

Nasron Tanjung berharap, kepada pemerintah setempat maupun kabupaten, agar kiranya dapat menutup tanggul yang jebol, segera membangun tanggul yang baru, agar air asin banjir rob tidak masuk lagi kepemukiman warga, harap warga kepada Pemerintah.

Jurnalis : Surya Dharma
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Berita Terbaru