Ket. foto : Sejumlah warga tampak diturunkan dari kenderaan di lokasi pesta rakyat Humbahas di Desa Pasaribu Doloksanggul untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Humbahas, Rabu (16/10/2024).
Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo ke Kabupaten Humbang Hasundutan menyimpan cerita misteri.
Diduga dengan menggunakan Dana Desa, Pemerintah Kabupaten sengaja memobilisasi masyarakat menyambut kehadiran Presiden RI Joko Widodo, pada Rabu, 16/10/2024.
Tidak tanggung-tanggung dana desa yang akan di kucurkan memobilisasi masyarakat, diduga tiap Desa dibebankan Rp10-20 Juta.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diduga sengaja mengerahkan atau memobilisasi masyarakat dari berbagai desa untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Kabupaten Humbahas dalam rangka meresmikan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kecamatan Pollung, Rabu (16/10/2024).
Sejumlah Kepala Desa di Humbahas ketika dihubungi wartawan secara terpisah, Selasa (15/10/2024), membenarkan hal itu.
Mereka mengaku, biaya untuk memobilisasi warga dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024.
Tiap Kepala Desa, kata mereka diwajibkan membawa warganya dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari 100 hingga 200 orang per desa. Adapun besaran biaya yang dikeluarkan untuk tiap warga sebesar Rp100.000 – Rp150.000 per orang.

“Iya benar, kita diperintahkan untuk membawa warga menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Kabupaten Humbang Hasundutan. Biaya memobilisasi warga desa diambil dari biaya operasional desa yang 3 persen,” kata beberapa kepala desa secara terpisah.
Ketika disinggung apa manfaat dan tujuan mereka memobilisasi warga untuk menyambut Presiden Jokowi dengan mengeluarkan dana desa tidak sedikit itu ? Para Kepala Desa mengaku tidak mengetahuinya, dan mengaku hanya menjalankan perintah saja.”
“Kita hanya menjalankan perintah saja,” ucap mereka.
Menanggapi hal itu, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui Kadis Kominfo Batara Franz Siregar ketika dikonfirmasi wartawan di depan kantornya mengatakan tidak mengetahui hal itu. Namun dia menduga itu terjadi secara spontanitas.
Namun ketika dijelaskan bahwa mobilisasi warga itu atas pengakuan dari sejumlah Kepala Desa, Batara mengaku tidak ada hubungan kerjanya dengan para kepala desa.
“Tidak ada hubungan saya dengan Kepala Desa,” katanya.
Ketika kembali disinggung apa hubungan mobilisasi warga dengan kegiatan pesta rakyat yang digelar di Desa Pasaribu Doloksanggul yang sedang berlangsung hari ini ?

Batara mengaku, kalau kegiatan itu disponsori oleh pihak swasta dan Pemkab Humbahas.
“Ada juga ikut unsur-unsur swasta dan artis,” katanya sambil mengarahkan agar konfirmasi langsung dengan Sekdakab Humbahas Chiristison Marbun.
“Kepada pak Sekda saja tanyakan, Kami lagi buru-buru. Kami sudah diteleponi ajudan bupati,” pungkasnya.
Pantauan wartawan mulai dari simpang 3 Desa Pargaulan Kecamatan Lintongnihuta hingga Pusat Kota Doloksanggul, di beberapa titik terlihat ratusan warga sudah menunggu kedatangan Presiden Jokowi.
Sementara di lokasi pesta rakyat yang berada di Desa Pasaribu Doloksanggul, masih terlihat beberapa kenderaan yang sedang memobilisasi warga. Ribuan warga juga sudah tampak menunggu di lokasi itu.
Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, Presiden Jokowi akan melintas dari lokasi acara itu ketika menuju lokasi peresmian TSTH2 Pollung.
Penulis : KB-061
Editor : Priyatna








