Photo : Bunga Harahap saat disambangi di kediamannya di Lingkungan VI Kelurahan Simatorkis, Minggu (17/11/2024). [WahanaNews.co/Dzulfadli Tambunan]
Tapsel, Sumut || Sangkakala 7
Bunga Harahap adalah seorang lansia berusia 60 tahun. Warga Lingkungan IV, Kelurahan Simatorkis, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini, sehari-harinya bekerja sebagai petani sawah. Sejak ditinggal mati suaminya sebelas tahun silam, ia menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah.
Namun apa daya, sejak menderita katarak pada kedua matanya, Bunga tidak bisa maksimal bekerja. Sudah dua tahun wanita paruh baya itu menjalani hidup dengan kondisi mata yang buram. Penglihatannya tak lagi sejelas dulu. Ia harus melakukan segala sesuatu dengan perlahan-lahan, karena khawatir menabrak atau salah melangkah, termasuk saat mengolah lahan persawahannya.
Beruntung, gangguan penglihatan yang diderita Bunga tidak lama. Salah seorang kerabatnya yang bermukim di Kecamatan Batang Toru, menyarankan Bunga untuk mengikuti Operasi Katarak Gratis yang diselenggarakan Tambang Emas Martabe, yang beroperasi di Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batang Toru.
Bunga yang berharap penglihatannya dapat pulih kembali, segera mendaftarkan diri ke panitia oparasi katarak gratis. Walau sedikit was-was ibu 5 anak ini membulatkan tekad untuk mendapatkan layanan kesehatan mata yang diinisiasi Tambang Emas Martabe tersebut. Bunga naik meja operasi pada tanggal 2 Agustus 2024, di Puskesmas Batang Toru.
Alhamdulillah, berkat tangan dingin dokter spesialis mata yang disediakan PT Agincourt Resources, mata sebelah kanan Bunga yang dulunya kabur, telah kembali melihat dengan jelas. Bunga menjadi satu dari 1.531 orang di Sumatera Utara, yang matanya berhasil dipulihkan lewat Operasi Katarak Gratis PT Agincourt Resources tahun 2024.
“Awalnya takut dan cemas. Tapi
rupanya tidak seseram yang saya bayangkan,” kata Bunga, saat disambangi awak WahanaNews.co, dikediamannya di Lingkungan IV Kelurahan Simatorkis, Minggu (17/11/2024).
Dituturkannya, selain pelayanan dan penanganan pasien yang profesional, dokter yang menangani operasi mengerjakan dengan cinta dan sepenuh hati. Saat dioperasi, Bunga mengaku seolah-olah dirawat oleh orang-orang terdekat atau keluarga. Selain itu, relawan (volunteer) yang bertugas selalu memberikan pendampingan, sebelum hingga operasi selesai.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tambang Emas Martabe. Berkat operasi tersebut mata kanan saya bisa kembali melihat dengan jelas,” ucapnya dengan haru.
Walau telah kembali maksimal bekerja di lahan persawahannya, Bunga berharap tahun depan PT Agincourt Resources kembali menyelenggarakan operasi katarak gratis, agar ia bisa kembali memeriksakan mata sebelah kirinya yang mulai mengalami gangguan. Selain itu, dengan pelaksanaan yang berkesinambungan, penderita katarak lainnya juga berkesempatan menikmati bakti sosial layanan kesehatan mata yang dilakukan Agincourt Resources.
“Semoga Tambang Emas Martabe tidak bosan-bosan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








