Donggala, Sulteng || Sangkakala 7
Tepatnya pukul 08.00 WITA Sabtu, 1 Maret 2025 Pagi telah terjadi kejadian tanah longsor di jalan Poros Penghubung Desa Walandano, Desa Malei, Desa Kamonji, Desa Ketong, Desa Maninbaya, Desa Rano , Desa Pomolulu dan Desa Palau, Sabtu, 1 Maret 2025.
Danramil 1306 – 14 /Balaesang, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, mengatakan, terjadinya tanah longsor mengakibatkan jalan sepanjang 30 Meter terputus.
Kapten CZI Fransiskus Rian Palallo juga mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Perusahaan PT. BBS yang berada di desa Walandano.
TNI bekerja untuk rakyat tanpa pamrih, bergerak cepat bersama masyarakat bergotong royong membersihkan tanah longsor akibat bencana alam, ujar Kapten CZI Fransiskus Rian Palallo.
Kapten CZI Fransiskus Rian Palallo menambahkan, Alhamdulillah bencana alam tanah longsor tidak ada korban jiwa namun jalan tertutup.
Lanjut Kapten CZI Fransiskus Rian Palallo, pembersihan tanah longsor di Jalan Desa Walandano di ikuti Babinsa Praka Muh. Fajar, Kades Walandano Bambang, Kaur Pemerintah Desa Walandano Irham, Kepala Dusun 1 Irwan dan Masyarakat Dusun 1 Desa Walandano, bergotong royong membuka akses jalan yang di akibatkan bencana alam tanah longsor menimbun jalan.

Untuk sementara pengguna jalan bisa lewat dengan aman dalam perjalanan, terang Danramil 1306 – 14/Balaesang, ungkap Kapten CZI Fransiskus Rian Palallo.
Sementara itu alat berat loader dari PT. BBS sudah tiba di lokasi tanah longsor, saat ini membersihkan tanah di jalan Desa Walandano, kegiatan selesai pukul 10 pagi.
Kami berterima kasih kepada PT BBS yang sudah membantu masyarakat Walandano untuk membuka jalan yang tertimbun longsor. Kegiatan ini berjalan dengan aman dan terkendali.
Hal senada juga di katakan Kepala Desa Walandano, sangat berterima kasih banyak kepada Kapten CZI Fransiskus Rian Palallo dan Babinsa Koramil 1306 – 14/Balaesang, atas dedikasinya dengan gerakan cepat menangani bencana alam tanah longsor, terang Kades Walandano.
Penulis : Fitri
Editor : Priyatna








