FKUB Sulteng : Waspadai Potensi Penyebaran Radikalisme.

- Redaktur

Jumat, 13 Agustus 2021 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALU | Sangkakala TV –
Radikalisme di Sulawesi Tengah bukan sebatas gerakan dakwah, pemikiran atau ideologi, tetapi sudah sampai dalam bentuk tindakan teror.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Prof KH Zainal Abidin MAg mengingatkan semua pihak di daerah Sulteng harus mewaspadai penyebaran radikalisme. Hingga hari ini kelompok DPO teroris Poso masih eksis,” ujar Prof Zainal Abidin MAg, di Palu,

Pernyataan itu disampaikan Prof Zainal Abidin saat memaparkan materinya dalam kegiatan pencegahan radikalisme bertajuk “Ngobrol Perempuan” yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT Sulteng secara virtual, Kamis (12/8/2021).

Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menguraikan berdasarkan hasil survei yang dilaksanakan oleh BNPT bersama Alvara Research dan Nazaruddin Umar Foundation menunjukkan tren potensi radikalisme di Indonesia menurun, dari 2017 sebesar 55,2 persen atau masuk dalam kategori sedang.

Tahun 2019 sebesar 38,4 persen, kategori rendah, dan pada tahun 2020 menjadi 14 persen, yaitu kategori sangat rendah.

“Namun, hal ini tidak harus membuat kita berpuas diri apalagi lengah, penurunan data statistik ini bukan berarti radikalisme segera berakhir,” ujarnya pula.

Ia mengemukakan beberapa fakta di tahun 2021 ini menunjukkan bahwa potensi radikalisme masih mengkhawatirkan, berdasarkan catatan kepolisian, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 217 tersangka terorisme yang diduga terlibat dalam enam peristiwa berbeda sepanjang 2021 ini.

Salah satu yang terbanyak, ialah kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar pada Minggu (28/3) lalu. Setidaknya, ada 108 tersangka yang terkait peristiwa tersebut.

Kemudian, berdasarkan data Kominfo per 3 April 2021 bahwa Kementerian Kominfo telah melakukan pemblokiran konten radikalisme terorisme sejumlah 20.453 konten yang tersebar di situs internet, serta beragam platform media sosial.

“Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa radikalisme masih merupakan ancaman serius bagi kehidupan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali Sulawesi Tengah,” katanya lagi.

Di Sulteng, kata dia, beberapa hari yang lalu, ketika masyarakat Muslim di Sulteng dalam suasana berduka dengan wafatnya salah seorang ulama paling berpengaruh di daerah ini, jagad media sosial dihebohkan oleh statement yang bernada negatif terhadap tokoh panutan umat tersebut.

“Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku yang ternyata tidak sendiri, dan bukan hanya di satu tempat. Aksi pelaku lahir dari persepsi keagamaan yang mengklaim diri paling benar, dan pemahaman yang berbeda dengannya dianggap sesat. Peristiwa ini adalah salah satu indikator kuat yang menunjukkan bahwa paham radikal keagamaan ada di tengah tengah masyarakat kita. Sadar atau tidak, mereka hadir di sekitar kita,” ujarnya.

“Selain itu beberapa bulan yang lalu kelompok DPO teroris Poso melakukan teror dengan kekerasan terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi serta Parimo. Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa kelompok DPO teroris Poso dan radikalisme masih eksis, yang harus diwaspadai,” katanya lagi.

Ditempat terpisah Wakasatgas Humas Ops Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengatakan “kepada seluruh masyarakat baik di Kab. Poso, Kab. Sigi dan Kab. Parimo agar bersama-sama aparat TNI-Polri untuk memutus hubungan dengan kelompok DPO teroris Poso dengan tidak memberikan dukungan baik logistik serta informasi kepada sisa DPO teroris yang masih ada di pegunungan” kata Bronto.

Bronto juga menyampaikan “kepada sisa DPO teroris Poso yang masih ada di pegunungan untuk segera menyerahkan diri kepad aparat TNI-Polri untuk mempertanggung Jawabkan perbuatannya dan kembali kepada NKRI supaya kedamaian dan keamanan di wilayah Poso khususnya dan Sulawesi Tengah dapat terwujud,” tutup Bronto.

(Hard/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Polda Sumut Gelar Zoom Meeting Penanggulangan Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi
Polres Humbahas Tingkatkan Pengamanan Pasca Kericuhan di Desa Matiti II
Kapolres Tebo Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Muara Tabir, Pastikan Pelayanan Kepolisian Berjalan Optimal
Jaga Situasi Tetap Kondusif, Kapolres Humbahas Beri Atensi Saat Pimpin Apel Pagi
Kapolres Humbahas Tekankan Pengawasan Ketat dalam Pengelolaan SPPG
Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:16 WIB

Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

Polda Sumut Gelar Zoom Meeting Penanggulangan Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi

Senin, 14 September 2026 - 22:40 WIB

Polres Humbahas Tingkatkan Pengamanan Pasca Kericuhan di Desa Matiti II

Rabu, 9 September 2026 - 14:42 WIB

Kapolres Tebo Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Muara Tabir, Pastikan Pelayanan Kepolisian Berjalan Optimal

Selasa, 8 September 2026 - 11:06 WIB

Jaga Situasi Tetap Kondusif, Kapolres Humbahas Beri Atensi Saat Pimpin Apel Pagi

Berita Terbaru

Lingkungan Hidup

Pemkab Tapteng Tanam Ratusan Pohon di Wilayah Rawan Bencana

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:12 WIB