Bupati Tapteng Lepas Pawai Takbir Iduladha 1446 Hijriah

- Redaktur

Jumat, 6 Juni 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bupati Tapteng melepas pawai takbir Iduladha 1446 H, Kamis (5/6/2025). (Sangkakala 7/ Dinas Kominfo Tapteng)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, didampingi Wakil Bupati Mahmud Efendi, melepas pawai takbir keliling perayaan Iduladha 1446 Hijriah.

Acara pelepasan dilakukan di depan Mesjid Agung Al Muslimin, Pandan, Tapanuli Tengah, pada Kamis (5/6/2025) malam.

Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu menyampaikan, Iduladha yang dikenal sebagai Hari Raya Kurban merupakan salah satu hari besar yang sarat dengan nilai spiritual, sosial dan kemanusiaan.

Perayaan yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah, bertepatan dengan puncak ibadah haji di tanah suci Mekkah.

“Makna dalam perayaan Iduladha ini tentang ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Iduladha merujuk pada kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya Ismail AS atas perintah Allah,” kata Masinton.

Menurut Masinton, ketundukan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, adalah simbol ketaatan total kepada kehendak Allah. Menjadi teladan bagi umat islam untuk selalu tunduk kepada perintah Allah SWT.

Meskipun terasa berat, sambung Masinton, makna pengorbanan dan keikhlasan berbagi melalui penyembelihan hewan kurban, merupakan simbol pengorbanan materi dan ekonomi.

Kebaikan bersama, daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan keluarga, mencerminkan nilai solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, terutama yang membutuhkan.

“Makna Iduladha juga pembersihan diri dari sifat duniawi, dijauhkan dari sifat egois dan cinta dunia yang berlebihan. Berkurban adalah bentuk latihan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan membersihkan hati dari nafsu yang menyesatkan,” imbuhnya.

Masoh kata Masinton, Iduladha juga bermakna kesetaraan dan persaudaraan umat muslim. Yang kaya maupun yang miskin saling berbagi dan berkumpul bersama, dalam ibadah dan perayaan.secara keseluruhan.

Iduladha mengajarkan bahwa kehidupan bukan semata tentang memiliki, tetapi tentang berbagi, mengabdi, dan mengorbankan yang dicinta, demi nilai yang lebih tinggi.

“Ini adalah momen refleksi spiritual untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan mempererat sosial dalam masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur
Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia
Kadisporapar Ikuti Sholat Istisqa Berjamaah di Masjid Agung Darunnajah Putussibau
Kades Tanamea Hery Daud Widu Dampingi Camat Banawa Selatan, Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, 1448 H/ 2026 M
*Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah*
TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas
Berita ini 85 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:29 WIB

Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur

Jumat, 18 September 2026 - 21:16 WIB

Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Senin, 7 September 2026 - 08:04 WIB

Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia

Kamis, 3 September 2026 - 19:24 WIB

Kadisporapar Ikuti Sholat Istisqa Berjamaah di Masjid Agung Darunnajah Putussibau

Berita Terbaru