Foto : Penandatanganan pakta integritas PPPK Angkatan 2024, Selasa (17/6/2025). (Sangkakala 7/ Dinas Kominfo Tapteng)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Apel Kesadaran Nasional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng), ditandai dengan penyerahan 386 SK PPPK Angkatan 2024, sekaligus penandatanganan pakta integritas.
Penandatanganan perjanjian atau pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan jujur, transparan, dan bebas dari KKN ini, digelar di lapangan sepak bola GOR Pandan, Selasa (17/6/2025).
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengatakan, Apel Kesadaran Nasional bukan sekedar rutinitas bulanan, tetapi merupakan momentum reflektif untuk mengingat kembali jadi diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
ASN yang merupakan pelayan masyarakat serta sebagai motor penggerak perubahan Tapteng untuk pembangunan yang berkelanjutan, harus menjadikan Apel Hari Kesadaran sebagai penyemangat untuk bekerja lebih baik, lebih cepat dan berintegritas.
Mantan Anggota DPR RI ini menegaskan, Tapteng naik kelas bukan sekedar jargon, tetapi semangat jolektif untuk keluar dari zona nyaman, membangun pemerintahan yang bersih, pelayanan yang cepat, ekonomi rakyat yang kuat, dan infrastruktur yang merata hingga ke desa.
“Siapa penggeraknya? kita semua ASN Kabupaten Tapanuli Tengah. Semua harus berkomitmen mewujudkan program naik kelas dan adil untuk semua,” ujarnya.
Menurut Masinton, ada 7 nilai dasar ASN yang dikenal dengan ‘Berakhlak’ yaitu, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Oleh karena itu, ASN harus memperkuat budaya kerja, profesional, cepat, melayani, dan tepat waktu. ASN bekerja bukan untuk sekedar mengisi absensi kehadiran, tapi untuk dampak nyata pelayanan publik yang pro rakyat, pelayanan tidak berbelit-belit, tidak pungli, dan tidak menunda pekerjaan.
Selain itu, timpal Masinton, ASN harus menjaga lingkungan kerja, karena lingkungan kerja adalah wajah pemerintahan. Lingkungan kantor harus tertata rapi. Suasana kantor yang rapi bersih dan nyaman, cermin kedisiplinan dan menghargai pelayanan kepada publik.
“Mari kita jaga amanah jabatan yang diemban. Hilangkan kebiasaan buruk olah mengolah bahkan melakukan pungli. Mari buka ruang kolaborasi antar dinas dan lintas desa. Hilangkan ego sektoral, hindari rebutan peran dan kuatkan rasa memiliki satu sama lain,” cecar Masinton.
Masih kata Masinton, semua aparatur harus bersinergi. Mulai dari pegawai kecamatan, puskesmas, sekolah, hingga pejabat eselon, harus satu suara melayani rakyat, bukan dilayani. ASN Tapanuli Tengah harus memiliki integritas.
“Jadilah agen perubahan (agent of change). Bangun citra pemerintah yang bersih, cepat, dan tanggap. Wujudkan Tapteng yang adil untuk semua dan buktikan bahwa Tapteng benar-benar naik kelas,” tukas Masinton.
Tak lupa, Bupati Tapteng mengucapkan selamat kepada PPPK telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Semoga cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja masing masing.
“Jadilah sebagai motor penggerak perubahan, Saya inginkan budaya kerja kita baru. Cara kerja kita orientasinya adalah pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.
Apel Hari Kesadaran ditandai dengan pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, serta pembacaan Panca Prasetia Korps Pegawai Republik Indonesia, serta penyerahan SK PPPK kepada 386 orang dengan rincian, guru 278 orang, tenaga kesehatan 68 orang, dan tenaga teknis 40 orang.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








