Foto : Penyerahan keempat anak terlantar ke Panti Asuhan Sion, Kamis (31/7/2025). (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Sosial menitipkan 4 anak terlantar warga Desa Pagaran Honas, ke Panti Asuhan Sion, Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kamis (31/7/2025).
4 orang anak terlantar tersebut adalah, Dian Parman Waruwu (8), Yaatild Waruwu (7), Sofia Setiawan Waruwu (4), dan Exilelita (2).
Sementara, nenek dari ke-4 anak yang sudah lanjut usia dan selama ini menemani mereka, telah diserahkan kepada Kepala Desa Pagaran Honas untuk dipulangkan ke keluarga.
Plh. Kadis Sosial Pemkab Tapteng, Linda Suriani Siahaan mengatakan, penyerahan ke empat anak ke lembaga kesejahteraan sosial, untuk memberikan perlindungan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembinaan, agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Linda mengungkapkan, adanya 4 orang anak terlantar tersebut terungkap saat Bupati Tapteng menerima audiensi Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng, pada tanggal 24 Juni 2025 lalu.
Mengetahui hal tersebut, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, berkomitmen menangani masalah tersebut dengan serius. Ia langsung memerintahkan Dinas Sosial melakukan penanganan.
Mendapat arahan dari Bupati Tapteng, Kepala Dinas Sosial berkoordinasi dengan beberapa KUPT Dinas Sosial dan panti asuhan untuk dapat menerima keempat anak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) itu, sehingga mendapatkan hak asuh dan memperoleh kehidupan yang lebih layak.
Untuk mendapatkan kepastian administrasi dari keempat anak yang kehidupannya terlalaikan ini, FW (36) yang merupakan ayah dari keempat anak, membuat persetujuan tertulis jika anak-anaknya dititip di Panti Asuhan Sion.
“Terima kasih kepada Pemkab Tapteng atas atensi dan perhatian yang sangat besar kepada anak-anak saya,” ujar FW, yang merupakan warga binaan Lapas Kelas IIA Sibolga ini..
Untuk diketahui, ayah dari keempat anak terlantar ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Sibolga. Sementara ibu dari keempat anak tidak diketahui keberadaannya.
Beberapa tahun belakangan ini, mereka tinggal bersama neneknya yang sudah lanjut usia, di sebuah rumah kumuh pemberian dari warga di Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Tapteng.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








