Viral, Oknum Pejabat PLTU Masukkan ‘Kekasih’ Menjadi Karyawan

- Redaktur

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Akun Tiktok Labuhan Angin yang mengungkap terjadi dugaan nepotisme di PLTU Labuhab Angin. (Sangkakala 7/ist)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Kehebohan kembali menggemparkan PLTU Labuhan Angin, Tapanuli Tengah (Tapteng). Perekrutan karyawan melalui orang dalam menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, informasi menyebutkan bahwa masuknya salah seorang karyawati di PLTU Labuhan Angin dilatarbelakangi oleh hubungan asmara atau pacaran.

Fenomena ini terungkap dalam video yang diunggah akun Labuhan Angin di komal tiktok.

Dalam video yang diunggah pada 28 Juli 2025 berdurasi 38 detik tersebut, menceritakan dugaan hubungan asmara Asisten Manager Bagian Pemeliharaan PLN Indonesia Power, Alen Suryotomo.

Ia memasukkan kekasihnya berinisial MA sebagai tenaga kerja pada PLTU Labuhan Angin. Video tersebut sudah tanyang lebih dari 400 ribu kali.

Sementara, pada video yang diunggah pada tanggal 31 Juli 2025, wanita yang disebut-sebut sebagai kekasih dari Asisten Manager Bagian Pemeliharaan PLN Indonesia Power, UBP Labuhan Angin, Alen Suryotomo, mengklarifikasi isu yang beredar.

Dalam unggahan akun pribadinya, MA mengaku bahwa dirinya masuk sebagai tenaga kerja di PLTU Labuhan Angin dibantu oleh orang dalam yang notabene adalah keluarganya.

“Assalamualaikum wr wb. Halo semuanya, disini saya ingin klarifikasi tentang berita yang sudah beredar luas, bahwa berita itu tidak benar,” ucap MA.

“Awal saya masuk (kerja) beberapa bulan lalu, ya benar saya dibantu oleh keluarga saya untuk bekerja disana. Tapi tidak dibantu sama sekali oleh beliau. Saya bahkan baru mengenal beliau setelah saya bekerja disana, dan tidak punya hubungan apa-apa hanya sekedar kenal karyawan dan bos, juga berbeda divisi,” sambungnya.

“Tidak ada bukti apa-apa yang menunjukkan saya memiliki hubungan spesial dengan beliau. Dan kasus ini juga sedang ditangani oleh pihak keluarga saya karena termasuk pencemaran nama baik. Saya memohon maaf untuk semua pihak yang dirugikan, terima kasih” sambung MA dalam postingannya.

Video klarifikasi tersebut juga ramai dikunjungi netizen, dan menjadi perbincangan di khalayak ramai, seolah membuktikan bahwa untuk bekerja di PLTU Labuhan Angin, harus memakai orang dalam.

Menanggapi hal itu, Manager PT. PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, Henri Purba, membenarkan adanya video tersebut. Namun pihaknya menyebutkan bahwa hal itu tidak benar adanya.

“Sejauh saya lihat dan ketahui tidak benar pak,” kata Henri kepada wartawan, Rabu (6/8/2025), melalui pesan Whatshap.

Disinggung soal penyataan MA, bahwa dirinya masuk karena diurus oleh keluarga sebagai orang dalam PLTU Labuhan Angin, Henri mengaku belum mengetahui hal itu.

“Maaf Bang saya blom dapat info karna baru 1 minggu penugasan disini. Untuk komunikasi lanjut ijin Abang bisa ke bang Bongot Sinaga ya, Asisten Manager Administrasi saya yang udah lama penugasan disini,” jawabnya.

Ditanya soal siapa orang dalam yang memasukkan MA sebagai tenaga kerja, Henri enggan menjawab.

Masuknya MA sebagai tenaga kerja di PLTU Labuhan Angin, ternyata berbanding terbalik dengan aksi blokade yang pernah dilakukan warga Lingkungan Tiga Mungkur, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Tapian Nauli, beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya saat itu, massa menyampaikan karena warga menginginkan PLTU Labuhan Angin dapat memperkerjakan warga lokal, bukan sebaliknya memperkerjakan orang diluar.

“Kita sudah sejak lama mengajukan agar dapat berkerja di PLTU Labuhan Angin, namun tak pernah di gubris,” ujar Rina Simanjutak saat aksi beberapa waktu lalu.

Facebook Comments Box

Penulis : Ali Akbar Zega

Editor : Priyatna

Berita Terkait

KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Berita ini 457 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Berita Terbaru

Pemerintahan

Dinas Pertanian Toba Siapkan Aturan Pola Tanam dan Tertib Tanam

Senin, 14 Sep 2026 - 22:51 WIB

Pemerintahan

Bupati Humbahas Sampaikan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027

Senin, 14 Sep 2026 - 22:43 WIB