Dinilai Tidak Lagi Utamakan Kepentingan Rakyat, Pemuda dan Masyarakat Geruduk Kantor DPRD Tapteng

- Redaktur

Selasa, 2 September 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Unjuk rasa Gerakan Pemuda dan Masyarakat Tapteng Bersatu di depan Kantor DPRD Tapteng, Selasa (2/9/2015). (Sangkakala7/Dzulfadli Tambunan)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Ratusan massa mengatasnamakan Gerakan Pemuda dan Masyarakat Tapanuli Tengah Bersatu, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), di Pandan, Selasa (2/9/2015).

Massa yang terdiri dari pemuda dan masyarakat ini mulai berdatangan sejak pagi, berkumpul di lapangan GM Panggabean, yang selanjutnya bergerak menuju kantor DPRD Tapteng.

Para demonstran yang datang sembari membawa sepanduk dan mobil pick-up, melakukan orasi secara bergantian di depan pintu gerbang kantor DPRD Tapteng.

Beberapa spanduk yang dibawa bertuliskan “Wakili Suara Rakyat, Bukan Suara Tuan Mu, “Jalankan Fungsi Kontrol, Bukan Fungsi Menghambat”, “Wakili Rakyat Sudah Tidak Lagi Mengutamakan Kepentingan Rakyat”.

Rizki Enda Caniago, salah satu orator aksi mengatakan, tidak ada tindakan DPRD Tapteng yang memberi manfaat kepada masyarakat. DPRD Tapteng hanya membahas hal-hal yang tidak substansional.

“DPRD Tapteng hanya sibuk mengurus kepentingan pribadi, mempermasalahkan hal-hal kecil, dan menghambat jalannya pemerintahan daerah,” ujar Rizki.

Diungkapkannya, di tengah kondisi daerah yang masih banyak persoalan ekonomi dan pembangunan, serta upaya negara yang sedang melakukan efesiensi, DPRD bahkan mementingkan penambahan dan pemberian tunjangan.

“Kami Gerakan Pemuda dan Masyarakat Tapanuli Tengah menolak segala bentuk penambahan atau pemberian tunjangan bagi Anggota DPR, terkhusus DPRD Tapteng,” koar Rizki.

Riski menegaskan, gerakan yang dilakukan pihaknya murni dari hati pemuda dan masyarakat, karena menilai DPRD Tapteng tidak lagi fokus pada kepentingan masyarakat.

“Dewan Perwakilan Rakyat berubah menjadi dewan penindas rakyat,” koar Riski, yang disambut dengan yel-yel “Hidup Rakyat Indonesia”.

Doni Dwi Prabowo, orator aksi lainnya menyebutkan, DPRD Tapteng telah gagal menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. DPRD Tapteng juga tidak lagi berpihak kepada masyarakat.

Dalam kondisi ini, Doni menilai DPRD Tapteng telah kehilangan kepercayaan publik, yang berpotensi merusak stabilitas pemerintahan daerah.

“Kami menuntut agar DPRD Tapteng segera mengevaluasi diri. Rakyat akan terus menyuarakan perlawanan di jalanan,” katanya.

Kehadiran massa yang juga mendesak DPRD Tapteng membahas kasus dugaan penggelapan aset daerah dan dugaan penyalahgunaan Dana PEN ini, disambut tiga Anggota DPRD Tapteng yakni, Deni Herman Hulu, Antonius Hutabarat, Joshua Habeahan, dan Joneri Sihite.

Aksi penyampaian pendapat yang mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI ini, berakhir pada pukul 14.15 WIB. Dengan tertib, massa meninggalkan Kantor DPRD Tapteng dan membubar diri.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pemerintahan

Tekan Inflasi, Pemkab Tapteng Gelar Pasar Murah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:49 WIB