Kab. Labura, Sumut || Sangkakala 7
Jembatan gantung penyebrangan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, kini kondisinya mengalami rusak berat dan terancam putus.
Ironisnya, jembatan gantung penghubung antar desa tersebut sudah memakan korban.
Jembatan gantung yang dibangun diatas sungai aek natas di Desa Adian Torop, Kecamatan Aek Natas dari Sumber Dana APBD Propinsi Sumatera Utara, kini kondisi jembatan gantung tersebut rusak berat.

Karena kurangnya perawatan, akibatnya lantai jembatan gantung yang terbuat dari plat besi maupun pagar pengaman, sudah banyak yang lepas dan rusak berkarat dimakan usia.
Jembatan gantung yang berdampingan dengan jembatan lintasan kereta api, merupakan salah satu akses utama menghubung dua desa, kondisinya kini sangat mengkhawatirkan, selain mengancam keselamatan pengguna jalan saat melintasi, kondisi jembatan tersebut juga terancam putus.

Salah seorang warga pengguna jembatan Andra mengatakan, dia merasa cemas setiap saat melintasi jembatan tersebut, karena lantai jembatan sudah banyak yang lepas dan berlobang, meskipun masyarakat setempat sudah berupaya memperbaikinya, namun tidak bertahan lama dan hanya hitungan beberapa pekan jembatan tersebut kembali rusak.
Sementara itu salah seorang warga setempat Herman menjelaskan, bahwa jembatan tersebut sudah lama rusak dan telah memakan korban kecelakaan manusia yang mengalami luka cacat, serta merusak kenderaan roda dua.
Warga berharap agar Gubernur Sumatera Utara secepatnya memperbaiki jembatan gantung yang menghubungkan dua desa tersebut, harap Herman warga setempat.
Penulis : Surya Dharma
Editor : Priyatna








