JAKARTA | Sangkakala TV –
Dimanakah kita dapat menemukan kebahagiaan ?
Kita sering kali mencarinya di luar kita seperti mengenakan kacamata kita di atas kepala kita dan mencarinya kemana-mana.
Mencari kebahagiaan di dunia eksternal saja tidaklah berguna dan juga tidak dapat diandalkan.
Kebahagiaan, kenyataannya, berada dalam diri seseorang, bukan untuk ditemukan di luar diri kita.
Namun agar kebahagiaan dapat ditumbuhkan dari dalam diri, ia membutuhkan kondisi-kondisi yang sesuai.
Agama Buddha pada intinya merupakan jalan kebahagiaan.
Kegembiraannya (Piti) merupakan salah satu dari tujuh faktor pencerahan.
Hal ini telah dikembangkan oleh seluruh umat Buddha. Kegembiraan dan kebahagiaan {Sukha) merupakan pengalaman penuh sukacita bagi para meditator yang mengembangkan pikiran mereka.
Agama Buddha merupakan suatu ajaran yang mandiri. Setiap umat manusia memiliki potensi untuk mengembangkan kebahagiaan atau ketidakbahagiaan.
Untuk sebagian besar, bergantung sekali pada pilihan pribadi kita sendiri.
Kita adalah pencipta dari kebahagiaan surgawi kita atau siksaan neraka kita.
Pilihlah untuk berbahagia, karena kebahagiaan memang pada dasarnya ada dalam batin kita.
Di setiap situasi yang terjadi, terdapat dua cara untuk beraksi.
Cara yang pertama adalah cara yang positif, konstruktif dan berguna. Cara yang lainnya adalah cara yang negatif, destruktif dan tidak berguna.
Orang bijak tentu saja akan memilih untuk beraksi dengan cara positif yang mereka ketahui merupakan jalan menuju kebahagiaan jangka panjang.
(Redaksi)
SALAM ROMO ASUN GOTAMA, S.Dt.B
WASEKJEND DPP WALUBI








