Sejumlah Wilayah Diterjang Banjir dan Longsor, BPBD Tapteng Siaga

- Redaktur

Rabu, 19 November 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Banjir yang melanda sebagian wilayah Tapanuli Tengah, Selasa (18/11/2025). (Sangkakala 7/ist)

Tapteng, Sumut || Sangkakala7.tv
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) selama beberapa hari terakhir, menyebabkan meluapnya aliran sungai dan meningkatkan arus air. Akibatnya, sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor.

Kepala BPBD Tapteng, Rahman Husein Siregar mengungkapkan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 17 November 2025 pukul 18.00 WIB hingga 18 November 2025 pukul 04.00 WIB, menyebabkan banjir dan longsor di sembilan lokasi.

Banjir dan longsor terjadi di Kelurahan Lubuk Tukko, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kelurahan Pondok Batu, Desa Aek Horsik, Kelurahan Pasar Terandam, Kelurahan Padang Masiang, Kampung Melayu Kelurahan Kolang Nauli, Desa Sigiring-giring, dan Huraba.

“Pemkab Tapteng melalui BPBD kolaborasi dengan Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan pemerintahan setempat, melakukan penanggulangan banjir membantu masyarakat terdampak banjir,” ujar Rahman Husein, Selasa (18/11/2025).

Rahman mengungkapkan, BPBD turun ke lokasi bencana, melakukan pemantauan situasi, membantu warga mengamankan barang-barang perabotan rumah tangga, dan membantu mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, bekejasama dengan personel Satlantas, pihaknya mengamankan arus lalu lintas di lokasi banjir, serta melaksanakan kegiatan koordinasi ke setiap kecamatan, desa dan kelurahan, pada lokasi yang rawan bencana, serta melakukan pendataan.

“Banjir telah berangsur surut dan warga telah beraktivitas kembali. Tim BPBD masih berjaga-jaga di lokasi bencana, melakukan pemantauan dan membantu warga membersihkan sisa-sisa material banjir,” ucapnya.

Rahman mengimbau, masyarakat Tapteng terutama yang berada di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, sembari mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman.

“Anak-anak jangan diperbolehkan main-main di sungai. Apabila terjadi banjir segera matikan aliran listrik di rumah serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Senin, 14 September 2026 - 22:25 WIB

KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎

Berita Terbaru