Donggala, Sulteng || Sangkakala 7
Jembatan Wenamu sudah berusia cukup tua dan memiliki tiang tengah. Di tiang tengah jembatan tersebut banyak sampah-sampah dan kayu-kayu tersangkut, yang mengakibatkan pendangkalan dan air sungai tidak mampu mengalir dengan lancar. Air sungai meluap sampai ke rumah warga dan jalan raya.
Masnun (53) warga setempat, mengatakan, Jembatan Wenamu yang terletak di Desa Alindau didirikan pada tahun 1970.
Masnun berharap agar Jembatan Wenamu yang terletak di Dusun 6, Desa Alindau, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah dan Pemprov Sulteng.
Kalau bisa jembatan di permanen ulang, agar masyarakat di sekitarnya tidak lagi cemas kalau hujan turun, yang berdampak air sungai meluap karena terhambat sampah di bawah jembatan tersebut.
Kades Alindau Supradin Makasau Minggu, 23 November 2025, mengungkapkan, Alhamdulillah suatu kesyukuran masyarakat sudah aman dari ancaman banjir, yang tadinya air sudah meluap sampai jalan dan rumah warga sekitarnya.
Sebelumnya kata Kades Alindau Supradin Makasau, Bila hujan deras sampai satu hari, air sungai Wenamu meluap sampai kejalan, gedung TK, dan rumah masyarakat tergenang air, ujar Kades Alindau Supradin Makasau.
Olehnya itu saya berharap kepada Gubernur Sulteng Dr H. Anwar Hafid, MSi, dapat memperhatikan Jembatan Wenamu di Dusun 6, Desa Alindau untuk dapat segera di renovasi, harap Kades Alindau Supradin Makasau.
Hal senada juga di katakan tokoh pemuda Desa Alindau Zainal Wahab, S.Pd., M.Pd, menyatakan, menyambut baik upaya untuk melakukan normalisasi alur sungai Wenamo Alindau untuk menghindari dampak yang di timbulkan oleh terjadinya banjir yang bisa merugikan masyarakat di sekitar jembatan wenamu dan sekitarnya, ujar Zamil Wahab, S.Pd. M.Pd.
Penulis : Fitri
Editor : Priyatna










