Tapteng Berduka !!! Banjir dan Longsor Porak Porandakan Tapteng, Korban Jiwa Tak Terelakkan

- Redaktur

Jumat, 28 November 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab.Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Hujan yang turun dengan intensitas tinggi kurun waktu satu Minggu terakhir, telah memporak porandakan wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Update hingga Kamis, 27 November 2025, pukul 13.00 WIB, longsor terjadi di Kecamatan Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Kolang, Tapian Nauli, Sitahuis, Pinangsori, dan Pandan. Banjir bandang hingga merendam dan merobohkan rumah penduduk terjadi di seluruh wilayah Tapteng.

Bencana alam yang menimpa juga menimbulkan korban jiwa, data sementara yang berhasil dihimpun
korban meninggal dunia 11 orang, luka-luka 3 orang. Korban hilang mencapai ratusan orang.

Selain tertimbun longsor, korban meninggal dan hilang akibat terseret arus sungai. Diperkirakan, banyak korban hanyut dari Desa Sibiobio dan Muara Sibuntuon, Kecamatan Sibabangun.

Pasalnya, pemukiman warga kedua desa berada di pinggir sungai luluh lantak di hantam arus sungai. Tidak hanya itu, kantor kepala desa, Pustu, sekolah dasar juga roboh diterjang air.

“Dua warga saya meninggal tertimpa longsor. Sementara sembilan lainnya hilang terbawa arus sungai,” ujar Kepala Desa Sibiobio, Damianus Zendrato, Kamis (27/11/2025).

Tapteng semakin terisolir dengan putusnya arus transportasi dengan kabupaten luar. Dibeberapa titik Jalan Nasional Sibolga – Padang Sidempuan amblas hingga mencapai kedalaman dua meter.

Sementara jembatan Anggoli yang menjadi batas wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan, putus dihantam arus sungai dan kayu yang hanyut. Sama dengan jembatan Pandan yang juga terputus dihantam arus dan kayu yang hanyut.

Setali tiga uang, jalan Nasional Sibolga – Tarutung juga tidak bisa dilintasi. Amblas, retak, dan badan jalan tertimbun material longsor terjadi pada pukuhan titik.

Tidak hanya antar kabupaten dan kecamatan, arus transportasi antar desa juga banyak yang terputus. Belasan hingga puluhan jembatan roboh, diterjang banjir.

Beberapa desa yang saat ini terkonfirmasi terisolasi yakni, Desa Pagaran Honas Kecamatan Badiri, Desa Sibiobio, Desa Muara Sibuntuon dan Desa Hutagurgur, Kecamatan Sibabangun, serta Desa Lumut Maju dan Lumut Nauli Kecamatan Lumut

Tapteng semakin gelap dan berantakan dengan matinya listrik pada tiga hari terakhir. Informasi yang didapat, padamnya listrik akibat banyaknya tiang milik PLN yang tumbang.

Koordinasi antara stakeholder terkait juga tidak bisa dilakukan. Disamping jalur transportasi darat yang terputus, hilangnya jaringan internet membuat koordinasi tidak dapat dilakukan. Warga terdampak banjir dan longsor hanya mengambil inisiatif tanpa ada komando dari pemerintahan setempat.

Salah satunya di Kecamatan Sibabangun, Ratusan warga Desa Simanosor, Desa Hutagurgur, dan Desa Anggoli mengungsi ke Kantor Kecamatan Sibabangun. Warga sekitar kompleks kantor kecamatan membantu pengungsi dan menempatkannya di aula pertemuan kecamatan dan rumah dinas camat.

Dibeberapa wilayah lainnya, warga terdampak mengungsi ke rumah-rumah penduduk yang lebih aman.

Didapat informasi, Pemkab Tapteng dan pihak BASARNAS Sibolga masih berkutat mengatasi banjir dan longsor di Kecaman Sarudik dan Kota Pandan, yang menjadi ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah. Ratusan pengungsi ditempatkan di GOR Pandan.

Hingga hari ini, Jumat (28/11/2025) siang, kondisi masih lumpuh total karena akses jalan terputus, jaringan komunikasi padam, ribuan rumah terendam, dan fasilitas pemerintah banyak yang hancur di hantam banjir. Warga Tapteng terancam kelaparan dan krisis air bersih.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV
Detik-detik Gudang Oli di Gunung Putri Terbakar Hebat, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Warga Kp. Benda Depok Gelar Tabur Bunga dan Tancap Bendera Hitam-Kuning, Protes “Matinya Keadilan”
Tol Bocimi Arah Bogor Lumpuh Total, Akibat Longsor di KM 64
Rumah Dua Lantai Ambruk di Cipayung Depok, Timpa Dua Rumah dan Satu Mobil
Ojol Terlibat Keributan, Diduga dengan “Mata Elang” di Sukmajaya Depok, Berakhir Damai
Emak-emak di Kayumanis Tolak Wilayahnya Jadi Tempat Pengolahan Sampah
Hujan Deras, Sungai Cisindangbarang Meluap hingga Genangi Perkebunan Warga di Laladon
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:47 WIB

Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:19 WIB

Detik-detik Gudang Oli di Gunung Putri Terbakar Hebat, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:16 WIB

Warga Kp. Benda Depok Gelar Tabur Bunga dan Tancap Bendera Hitam-Kuning, Protes “Matinya Keadilan”

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:32 WIB

Tol Bocimi Arah Bogor Lumpuh Total, Akibat Longsor di KM 64

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:44 WIB

Rumah Dua Lantai Ambruk di Cipayung Depok, Timpa Dua Rumah dan Satu Mobil

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Humbahas Terima Kunjungan Dinas Kesehatan Sumut

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:53 WIB