PT TBS Dituding Penyebab Bencana Tapteng, Warga Pasang Badan

- Redaktur

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Warga Kecamatan Sibabangun meluruskan opini yang berkembang terkait penyebab banjir bandang dan longsor yang terjadi di Tapteng, Jumat (5/12/2025). (Sangkakala 7/ist)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Tudingan yang menyebutkan banjir bandang dan longsor yang terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng), salah satunya disebabkan aktivitas PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS), dibantah warga Kecamatan Sibabangun.

Disebutkan, isu tersebut sangat menyesatkan dan tidak tepat, karena tidak sesuai dengan fakta lapangan dan kondisi yang sebenarnya. Diduga, oknum-oknum tertentu sengaja melempar opini, agar PT TBS menjadi kambing hitam.

Menurut warga, PT TBS mengelola kebun masyarakat yang lokasinya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Hutagurgur dan Aek Mardugu. Kedua sungai ini bermuara ke Sungai Aek Sibabangun, bukan bermuara ke Sungai Aek Garoga.

“Jika terjadi longsor, potongan kayu dari kebun PT TBS akan hanyut ke Sungai Aek Sibabangun, bukan ke Sungai Aek Garoga,” ujar Timbul Napitupulu (68), warga Kecamatan Sibabangun, Jumat (5/12/2025).

Timbul memastikan, aliran sungai-sungai di sekitar kebun yang dikelola PT TBS, tidak terhubung dengan Sungai Aek Sibintuon, Sungai Aek Sibiobio, maupun Sungai Aek Garoga, yang meluap dan menghanyutkan ribuan kubik kayu.

“Sungai Aek Garoga yang berasal dari daerah Ring Kabor dan Bulu Laga di KM 28 sangat jauh di sebelah kanan jalan Teluk Nauli dan tidak pernah melintas di sekitar wilayah kebun PT TBS,” tegas Raja Anggoli ini.

Artinya, sambung Timbul, mustahil dan tidak masuk akal jika kayu-kayu tumbangan PT TBS terbang ke hulu sungai Garoga yang jaraknya 4 hingga 5 kilometer di atas kebun PT TBS yang berada di KM 6 hingga KM 10.

“Perlu juga kita luruskan, PT TBS tidak pernah membuka hutan apalagi merambah hutan. Mereka membangun areal perkebunan warga,” ucapnya.

Sementara itu, Khairul Efendi Pohan mengatakan, pengelolaan kebun rakyat yang dilakukan PT TBS berdasarkan pelestarian lingkungan hidup yang fokus pada praktik berkelanjutan.

Pria yang faham betul dengan kondisi hutan Batang Toru ini mengungkapkan, kayu-kayu yang ditumbang akan dibenam ke dalam tanah yang bakan berfungsi mengamankan jaringan tanah (staking), sekaligus berfungsi sebagai pupuk kompos organik.

Bahkan, sambung Khairul, 50 hingga 100 meter kiri kanan pinggiran Sungai Aek Mardugu dan Sungai Aek Hutagurgur tidak dikelola PT TBS. Lokasi tersebut dijadikan hutan konservasi, yang bertujuan melindungi sistem penyangga kehidupan dan pengawetan keanekaragaman hayati.

“Saya faham betul dengan mekanisme pengelolaan kebun yang dilakukan PT TBS. Makanya kita luruskan agar tidak salah penafsiran,” sebut Khairul yang diamini Saut Parulian Aritonang (61).

Terpisah, mantan Surveyor PT Teluk Nauli, Hasbin Pasaribu (45), membenarkan jika kebun PT TBS berada di DAS Aek Mardugu dan DAS Aek Hutagurgur. Kedua sungai ini tidak memiliki keterkaitan dengan Sungai Aek Garoga.

Dari survey yang sering dilakukan pihaknya, Hasbin melihat posisi kebun PT TBS berada pada jalur kiri jalan Teluk Nauli, Tepatnya di Desa Hutagurgur, Kecamatan Sibabangun. Jenis tanaman pada area kebun yang dibuka hanya pohon karet dan tanaman perkebunan lainnya.

“Yang mereka buka itu kebun rakyat, yang tumbuhan di dalamnya pohon karet,” kata Hasbin.

Jikapun kebun PT TBS longsor, sosok pria yang telah puluhan tahun melakukan survey di wilayah hutan Batang Toru ini memprediksi longsoran material akan jatuh ke Sungai Aek Sibabangun.

“Tidak ada ditemukan material kayu di DAS Aek Sibabangun yang dapat dikaitkan dengan temuan di DAS Aek Garoga. Saat banjir bandang terjadi, Sungai Aek Sibabangun hanya keruh dan debetnya sedikit meninggi,” urainya.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Seorang Pegawai Tempat Hiburan Malam di Doloksanggul Meninggal, Warga Soroti Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV
Detik-detik Gudang Oli di Gunung Putri Terbakar Hebat, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Warga Kp. Benda Depok Gelar Tabur Bunga dan Tancap Bendera Hitam-Kuning, Protes “Matinya Keadilan”
Tol Bocimi Arah Bogor Lumpuh Total, Akibat Longsor di KM 64
Rumah Dua Lantai Ambruk di Cipayung Depok, Timpa Dua Rumah dan Satu Mobil
Ojol Terlibat Keributan, Diduga dengan “Mata Elang” di Sukmajaya Depok, Berakhir Damai
Emak-emak di Kayumanis Tolak Wilayahnya Jadi Tempat Pengolahan Sampah
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:44 WIB

Seorang Pegawai Tempat Hiburan Malam di Doloksanggul Meninggal, Warga Soroti Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:47 WIB

Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:19 WIB

Detik-detik Gudang Oli di Gunung Putri Terbakar Hebat, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:16 WIB

Warga Kp. Benda Depok Gelar Tabur Bunga dan Tancap Bendera Hitam-Kuning, Protes “Matinya Keadilan”

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:32 WIB

Tol Bocimi Arah Bogor Lumpuh Total, Akibat Longsor di KM 64

Berita Terbaru