Gunakan Helikopter BNPB, Empat Warga Terisolir Dirujuk Berobat ke RSUD Pandan

- Redaktur

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Warga yang hendak berobat ke RSUD Pandan menggunakan helikopter BNPB, Sabtu (13/12/2025). (Sangkakala 7/ist)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Tim Tanggap Darurat Bencana Alam, mengevakuasi empat warga Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, untuk dibawa berobat ke RSUD Pandan, menggunakan helikopter BNPB, Sabtu (13/12/2025),

Adapun keempat warga Desa Sait Kalangan II yang dievakuasi yakni, Saurlan Simatupang, Tiauli Sitompul, Luminda Simatupang, dan Manimbul Panggabean. Keempat warga ini merupakan pasien lansia.

Plt. Kadis Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan menjelaskan, Desa Sait Kalangan II merupakan salah satu wilayah yang masih terisolasi pasca peristiwa bencana banjir bandang dan longsor pada tanggal 25 November 2025 lalu. Akses jalur darat rusak total, jalur udara menjadi satu-satunya pilihan untuk datang ke desa itu.

“Keempat warga yang sakit dievakuasi menggunakan helikopter milik BNPB dan diturunkan di lapangan sepakbola GOR Pandan,” ujar Lisnawati.

Selanjutnya, sambung Lisna, Petugas Dinas Kesehatan langsung membawa keempat warga menggunakan mobil ambulance ke RSUD Pandan, untuk dilakukan penyelamatan dan tindakan medis rawat inap.

Lisnawati menyebutkan, keempat warga yang di evakuasi dari Desa Sait Kalangan II itu merupakan hasil koordinasi Dinas Kesehatan dengan Kepala Desa Sait Kalangan II serta BNPB.

Sebelumnya, lanjut Lisna, pihaknya juga telah berhasil mengevakuasi lima warga dari lokasi terisolir di Desa Saur Manggita, Kecamatan Tukka, pada tanggal 12 Desember 2025.

“Lima orang juga kita evakuasi dari Desa Saur Manggita. Dimana desa ini memang sampai saat ini daerah yang terisolir, sehingga yang lima orang ini pun kita harus evakuasi dengan menggunakan helikopter BNPB dan Basarnas,” timpal Linda.

Ia memastikan pelayanan kesehatan di lokasi daerah terisolir menjadi prioritas. Seperti Kecamatan Sitahuis yang memiliki desa-desa terisolir, pihaknya langsung mendrop tenaga medis untuk mendukung pelayanan kesehatan.

“Tersedia 34 Pos Pelayanan yang tersebar di 20 kecamatan, dengan 221 tenaga kesehatan yang siap memberikan layanan kesehatan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
Berita ini 59 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru