Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Momen haru mewarnai upacara penaikan bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (17/08/2026).
Di tengah khidmatnya upacara, seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dari SMK Negeri 1 Tarabintang harus menjalankan tugas dengan kondisi sepatu yang dikenakannya mengalami kerusakan.
Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mundur. Dengan keterbatasan yang ada, ia tetap menjalankan tugas hingga prosesi penaikan bendera selesai.
Sikap tersebut mendapat perhatian dari jajaran Koramil Parlilitan. Usai menjalankan tugas, Danramil Parlilitan memanggil anggota Paskibraka tersebut dan memberikan bantuan uang untuk membantu membeli sepatu baru.
Kepedulian juga datang dari kepala desa setempat yang turut memberikan bantuan. Dukungan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan tanggung jawab pelajar yang dipercaya menjalankan tugas sebagai Paskibraka.
Lasro Nahampun mengatakan, anggota Paskibraka tersebut merupakan seorang anak yatim. Kondisi itu turut membuat perhatian terhadap perjuangannya semakin menyentuh.
“Dia merupakan anak yatim,” ujar Lasro.
Meski menghadapi kendala, anggota Paskibraka tersebut tetap berdiri dan menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan kepadanya. Kerusakan sepatu tidak menjadi alasan untuk meninggalkan tanggung jawab.
Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu kisah human interest dalam peringatan HUT ke-81 RI di Tarabintang. Bukan semata tentang sepatu yang rusak, melainkan tentang keteguhan seorang pelajar menghadapi keterbatasan saat menjalankan tugas untuk negara.
Bantuan dari Danramil Parlilitan dan kepala desa menjadi bentuk kepedulian sekaligus penghargaan atas semangat dan perjuangannya. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi agar ia tetap percaya diri, disiplin dan tidak mudah menyerah.
Kisah sederhana ini menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu hadir melalui seremoni besar. Kadang, semangat itu justru terlihat dari seorang pelajar yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi keterbatasan.
Di balik sepatu yang rusak, ada tanggung jawab yang tetap dijalankan. Di balik keterbatasan, ada semangat seorang generasi muda yang memilih tetap berdiri hingga tugasnya selesai.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna










