Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

- Redaktur

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jawa Barat || Sangkakala 7
Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di Kota Bogor, Kamis (03/09/2026). Mereka menyuarakan keberatan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai semakin menyulitkan keberlangsungan mata pencaharian para sopir.

‎Dalam orasinya, massa meminta pemerintah tidak sekadar membuat aturan melalui Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwali), tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi para sopir angkot di lapangan.

‎“Kami menolak bunyi Perda dan Perwali kalau ujung-ujungnya hanya membuat kita sengsara dan menjadi pengangguran,” ujar salah seorang peserta aksi dalam orasinya.

‎Para sopir menegaskan, tuntutan yang disampaikan bukan untuk meminta bantuan modal ataupun uang dari pemerintah. Mereka hanya meminta adanya kebijakan yang dapat memberikan ruang bagi sopir angkot untuk tetap bekerja dan menghidupi keluarganya.

‎“Kami hanya minta kebijakan, bukan mau meminta uang modal,” tegasnya.

‎Menurut massa aksi, angkot bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga. Karena itu, mereka menyatakan akan terus memperjuangkan keberadaan angkutan umum sebagai lahan mencari nafkah.

‎ “Kami akan selalu berjuang mempertahankan lahan rezeki buat menghidupi keluarga,” lanjutnya.

‎Pelajar Ikut Soroti Kondisi Transportasi Bogor

‎Dalam aksi tersebut, seorang perempuan yang disebut sebagai pelajar turut menyampaikan pandangannya mengenai kondisi transportasi di Kota Bogor.

‎Ia menilai persoalan transportasi di Kota Bogor masih jauh dari ideal dan menyebut kondisi kota semrawut. Menurutnya, angkot masih menjadi pilihan masyarakat karena tarifnya relatif lebih terjangkau dibandingkan ojek.

‎“Kota Bogor semrawut. Mending naik angkot daripada naik ojek yang biayanya lebih mahal. Sopir angkot lebih halal,” ujar wanita tersebut dalam orasinya.

‎Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari massa aksi. Mereka menilai keberadaan angkot masih dibutuhkan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan transportasi dengan biaya terjangkau.

‎Para sopir berharap pemerintah tidak hanya berorientasi pada penataan dan pembatasan melalui regulasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang tidak menghilangkan sumber penghasilan mereka.

‎Mereka meminta pemerintah duduk bersama dengan para pelaku angkutan umum untuk mencari kebijakan yang dapat mengakomodasi kepentingan penataan transportasi sekaligus menjamin keberlangsungan kehidupan para sopir dan keluarganya.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Sekitar 30 Mahasiswa Demo di Kantor PLN UP3 Bogor, Ban Mobil Dibakar, Manager Diminta Dicopot
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pemerintahan

Progres Pembangunan Gedung Cathlab RSUD Doloksanggul 19%

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:51 WIB