Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Kota Bogor dikenal memiliki kontur tanah berbukit dan berlereng curam. Kondisi geografis ini, ditambah curah hujan tinggi, menjadikan sebagian wilayah Kota Bogor rawan terjadi tanah longsor, terutama saat musim hujan. Selasa, 30/12/2025.
Berdasarkan pemetaan kebencanaan, sekitar 40–50 persen wilayah Kota Bogor masuk kategori rawan longsor dengan titik-titik dominan berada di Bogor Selatan dan Bogor Barat, disusul Bogor Tengah, Bogor Timur, dan Tanah Sareal. Kawasan permukiman padat di lereng, tebing sungai, serta minim vegetasi menjadi lokasi paling berisiko.
Pemerintah Kota Bogor melalui BPBD telah melakukan berbagai upaya mitigasi, mulai dari pembangunan tembok penahan tanah (TPT), penguatan lereng, normalisasi drainase, hingga relokasi warga dari zona bahaya. Selain itu, sosialisasi kebencanaan terus digencarkan agar masyarakat tidak mendirikan bangunan di area rawan longsor.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berkepanjangan. Tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah, tembok miring, dan pohon condong perlu segera dilaporkan. Menjaga lingkungan dengan menanam vegetasi penahan erosi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
Ancaman longsor di Kota Bogor bukan hanya persoalan alam, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kolaborasi pemerintah dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah bencana dan melindungi keselamatan warga.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








