BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Secara aturan, kawasan Kampus IPB Dramaga seharusnya hanya diisi oleh unit usaha resmi yang berada di bawah pengelolaan koperasi kampus. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta keamanan lingkungan akademik. Selasa, 30/12/2025.
Namun realitas di lapangan berkata lain. Setiap hari, deretan gerobak makanan dan minuman tampak “nongkrong manis” di sejumlah titik strategis sekitar kampus. Mereka beroperasi dari pagi hingga malam, melayani mahasiswa, pekerja, hingga pengendara yang melintas. Menariknya, aktivitas ini berlangsung tanpa papan izin, tanpa atribut resmi, dan tanpa kejelasan legalitas.
Pertanyaan pun mencuat: mereka menyetor ke siapa?
Hingga kini, tidak ada keterangan terbuka mengenai izin operasional para pedagang tersebut. Jika memang kawasan itu berada di bawah otoritas kampus atau koperasi, keberadaan gerobak nonresmi jelas bertentangan dengan aturan yang berlaku. Namun faktanya, aktivitas ini bukan hanya terjadi sesekali, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun.
Kenapa bisa bertahan lama banget?
Sejumlah mahasiswa menilai ada pembiaran yang terkesan sistematis. “Kalau ilegal tapi cuma sehari dua hari mungkin wajar. Tapi ini sudah lama, rapi, bahkan terkesan teratur,” ujar seorang mahasiswa IPB yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, para pedagang kerap beralasan bahwa mereka hanya mencari nafkah dan mengikuti “aturan lapangan” yang sudah ada sebelumnya. Namun tanpa kejelasan payung hukum, kondisi ini justru memunculkan dugaan adanya pungutan tidak resmi atau praktik abu-abu yang luput dari pengawasan.
Situasi ini menempatkan semua pihak dalam posisi serba salah. Koperasi kampus dirugikan karena kalah bersaing dengan pedagang nonresmi, mahasiswa dihadapkan pada layanan murah namun tak terjamin standar, sementara aturan formal hanya tinggal tulisan di atas kertas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola kampus maupun koperasi terkait penertiban dan transparansi pengelolaan usaha di sekitar IPB Dramaga.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








