Makna Wafat di Bulan Sya’ban, Momentum Muhasabah Menjelang Ramadan

- Redaktur

Jumat, 2 Januari 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
‎Ceramah agama Aula BTN Kranji lantai 3 yang membahas makna wafat di bulan Sya’ban menjadi perhatian jamaah dalam sebuah pengajian yang digelar menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Dalam ceramah tersebut, penceramah mengajak umat Islam untuk memahami bulan Sya’ban sebagai momentum persiapan spiritual sekaligus pengingat akan kematian. Jumat, 02/01/2025.

‎Dalam tausiyahnya, ustaz menyampaikan bahwa bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dalam Islam. Selain menjadi waktu diangkatnya amal perbuatan kepada Allah SWT, Sya’ban juga kerap dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti puasa, istighfar, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
‎“Wafat di bulan Sya’ban adalah pengingat bahwa hidup ini singkat dan kematian bisa datang kapan saja, tanpa menunggu bulan Ramadan atau hari-hari besar lainnya,” ujar penceramah di hadapan jamaah.

‎Ia menekankan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan, melainkan harus disikapi dengan kesiapan iman dan amal saleh. Menurutnya, bulan Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.

‎Dalam ceramah tersebut juga disampaikan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meneladani sunnah Rasul dengan meningkatkan kualitas ibadah dan menjauhi perbuatan yang sia-sia.

‎Jamaah yang hadir mengaku ceramah tersebut memberikan ketenangan sekaligus pengingat agar lebih mempersiapkan diri secara spiritual. “Ceramah ini membuka kesadaran kami bahwa Sya’ban bukan sekadar bulan biasa, tetapi waktu untuk memperbaiki diri sebelum Ramadan,” ungkap salah seorang jamaah.

‎Melalui ceramah ini, diharapkan umat Islam dapat menjadikan bulan Sya’ban sebagai sarana introspeksi, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan diri menghadapi bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas
STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE
Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung
Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng, Masinton: Momentum Memperkuat Struktur Organisasi
WABUP TAPTENG AJAK PEMUDA MAKMURKAN MASJID
Peringatan 1 Muharram, Pemkab Deli Serdang Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Hijrah sebagai Penguat Persatuan
Kafilah Deli Serdang Raih Peringkat III MTQ Sumut ke-40
Festival Muharram Angkat Sejarah dan Pariwisata Berbasis Syar’i, Kenalkan Warisan Islam kepada Generasi Z
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:01 WIB

TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:41 WIB

STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE

Senin, 20 Juli 2026 - 20:18 WIB

Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung

Senin, 20 Juli 2026 - 09:26 WIB

Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng, Masinton: Momentum Memperkuat Struktur Organisasi

Senin, 20 Juli 2026 - 09:08 WIB

WABUP TAPTENG AJAK PEMUDA MAKMURKAN MASJID

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sekdakab Tapteng Resmikan Pipanisasi Air Bersih Sitahuis

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:18 WIB