Foto : Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu meninjau lokasi terdampak banjir susulan, Jumat (2/1/2025). (Sangkakala 7/Dinas Kominfo Tapteng)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah sejak dini hari hingga sore, Jumat (2/1/2025), mengakibatkan air meluap hingga ke pemukiman warga dan menutupi badan jalan di Kecamatan Tukka.
Mengetahui adanya banjir susulan, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, langsung turun ke lokasi banjir di Kelurahan Pasar Onan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, dan Kelurahan Bonalumban. Bupati memantau langsung pengerjaan normalisasi sungai di tiga kelurahan tersebut.
Kehadiran Bupati Tapteng untuk memastikan aliran sungai berjalan lancar, dan tidak masuk ke pemukiman warga. Alat berat yang diterjunkan, diprioritaskan membuat tanggul di pinggir sungai.
Selanjutnya, Bupati juga melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Hutanabolon, meninjau sungai Aek Sigalagala dan sungai Aek Harsa Kelurahan Hutanabolon. Disana, Bupati Tapteng bertemu dengan warga yang ingin kembali ke Dusun Huraba Desa Sait Kalangan II.
Kepada Kepala Desa Sait Kalangan II dan Desa Hutabolon, Bupati Tapteng berpesan, agar mencari tanah untuk pembangunan hunian sementara (Huntara), bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Di Kelurahan Hutanabolon, Bupati juga bertemu dengan Danrem 023/KS, Kolonel Inf Iwan Budiarso, dan Dandim 0211/TT, Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Imbauan itu untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kadis PUPR Tapteng, Jusmar Efendi Simamora menjelaskan, banjir kali ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi. Debit air melebihi daya tampung sungai, sehingga mengakibatkan air meluap dari tanggul yang sudah dibuat.
Ia menuturkan, Pemkab Tapteng telah melaksanakan normalisasi Sungai Aek Pintubosi di Kelurahan Pasar Onan Tukka, Sungai Aek Siaili di Kelurahan Bona Lumban, Sungai Aek Harse, Sungai Aek Sigalagala dan Sungai Aek Sialang di Kelurahan Hutanabolon, sejak masa tanggap darurat bencana hingga saat ini.
Normalisasi sungai sudah berjalan baik dengan membersihkan sendimen dan batang kayu sisa banjir bandang dan tanah longsor. Meskipun debit air cukup tinggi tapi air cepat surut, ini dibuktikan ketika Bupati Tapteng berkunjung ke lokasi sungai dimaksud air dengan cepat kembali surut.
“Melihat panjangnya aliran sungai, normalisasi masih butuh waktu. Kami akan terus bekerja hingga normalisasi tuntas,” ujar Jusmar.
Saat ini, alat berat yang dikerahkan untuk normalisasi sungai di Kelurahan Bonalumban dua unit exacavator capit, satu unit excavator long arm, dan dua unit exacavator standar.
“Untuk normalisasi sungai di Kelurahan Hutanabolon dikerahkan lima unit exacavator standar, dan satu exacavator capit,” pungkasnya.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








