GARUT, JABAR || Sangkakala 7
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menanggapi serius beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa beserta keluarganya terhadap seorang warga yang melontarkan kritik terkait persoalan desa. Minggu, 04/01/2026.
Putri Karlina menyayangkan insiden tersebut, terlebih karena kejadian serupa dinilai bukan kali pertama terjadi. Ia menegaskan bahwa intimidasi dalam bentuk apa pun merupakan tindakan yang keliru dan tidak dapat dibenarkan, terutama jika dilakukan oleh aparatur pemerintahan desa.
“Intimidasi itu jelas salah dan bukan solusi. Seorang pemimpin harus siap menerima kritik, karena kritik adalah bagian dari proses demokrasi dan pengawasan publik,” tegas Putri Karlina saat dimintai tanggapan.
Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah yang melekat dengan tanggung jawab besar, termasuk kesiapan untuk diawasi dan dikritik oleh masyarakat. Sikap represif terhadap warga justru akan mencederai kepercayaan publik dan memperburuk citra pemerintahan desa.
Sebagai tindak lanjut atas kasus tersebut, Wabup Garut menyatakan telah menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Garut untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit Dana Desa di desa yang bersangkutan.
Putri Karlina menegaskan, audit tersebut bukan bertujuan untuk mencelakakan atau menjatuhkan kepala desa, melainkan untuk memberikan informasi yang berimbang dan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat.
“Kalau pengelolaan Dana Desa sudah dilakukan dengan benar, maka tidak ada yang perlu ditakuti. Audit ini justru menjadi ruang klarifikasi agar semuanya terang dan tidak menimbulkan spekulasi,” ujarnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala desa di Kabupaten Garut agar mengedepankan komunikasi yang sehat, transparansi, serta menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat.
“Pemerintah daerah tidak akan mentoleransi praktik intimidasi. Desa harus menjadi ruang aman bagi warganya, bukan tempat yang menakutkan ketika masyarakat menyuarakan kritik,” pungkas Putri Karlina.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








