Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di kawasan Alun-alun Kota Bogor akan direlokasi ke Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan Dewi Sartika. Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat kegiatan aksi Bebersih Alun-alun Kota Bogor, baru-baru ini. Minggu,04/01/2026.
Jenal Mutaqin menegaskan, relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan ruang publik agar fungsi Alun-alun sebagai ruang terbuka hijau dan area publik tetap terjaga. Setelah relokasi diterapkan, kawasan Alun-alun akan disterilkan dari seluruh aktivitas jual beli.
“Setelah relokasi, Alun-alun harus clear. Tidak ada lagi tawar-menawar di area ini. Alun-alun harus kembali menjadi ruang publik yang nyaman dan bersih,” tegas Jenal.
Ia menjelaskan, Jalan Nyi Raja Permas akan disiapkan sebagai pusat PKL dan UMKM kuliner. Pemerintah Kota Bogor telah menganggarkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung pada tahun ini, mulai dari penataan lapak, sarana kebersihan, hingga sistem pengelolaan kawasan agar aktivitas perdagangan berjalan tertib dan higienis.
Sementara itu, Jalan Dewi Sartika juga akan menjadi bagian dari lokasi relokasi guna menampung PKL yang selama ini berjualan di sekitar Alun-alun. Penempatan ini diharapkan dapat memusatkan aktivitas ekonomi tanpa mengganggu ketertiban umum.
Selain PKL, Pemkot Bogor turut mengkaji penataan shelter ojek online di sekitar kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan agar aktivitas transportasi dan ekonomi dapat terorganisasi dengan baik, sekaligus menjaga kebersihan dan keteraturan kawasan pusat kota.
Pemkot Bogor berharap, melalui relokasi dan penataan terpadu ini, wajah Alun-alun Kota Bogor menjadi lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi masyarakat, tanpa menghilangkan ruang ekonomi bagi PKL dan pelaku UMKM.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








