GARUT, JABAR || Sangkakala 7
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan monitoring langsung terhadap aktivitas pertambangan pasir di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan, khususnya terhadap kondisi gunung dan kawasan hijau yang selama ini menjadi identitas Garut. Selasa,06/01/2026.
Dalam peninjauan tersebut, Putri Karlina menyampaikan secara tegas aspirasi dan suara masyarakat yang mulai merasa keberatan dengan aktivitas pertambangan pasir yang terus berjalan. Menurutnya, Garut dikenal sejak lama sebagai daerah dengan bentang alam hijau, pegunungan yang terjaga, serta ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
“Garut memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Dari dulu kita dikenal dengan gunung-gunungnya yang hijau. Namun, dari tahun ke tahun perubahan kondisi lingkungan semakin terlihat dan ini menimbulkan keprihatinan,” ujar Putri Karlina di sela-sela kegiatan monitoring.
Ia menegaskan bahwa pembangunan dan aktivitas ekonomi tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah, kata dia, harus berpihak pada keberlanjutan alam demi masa depan Kabupaten Garut dan generasi mendatang.
Putri Karlina juga mendorong adanya langkah-langkah serius dari seluruh pihak terkait, termasuk penyusunan skema penyelesaian yang berkelanjutan agar aktivitas pertambangan tidak merusak lingkungan. Menurutnya, keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian alam harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan.
Peninjauan langsung ini merupakan wujud komitmen Wakil Bupati Garut sebagai perwakilan masyarakat untuk menjaga identitas daerah serta memastikan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga. Pemerintah Kabupaten Garut akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar pemanfaatan sumber daya alam tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








