BOGOR, KABAR || Sangkakala 7
Tingginya harga perumahan di wilayah Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu penyebab utama banyak konsumen gagal merealisasikan pembelian hunian. Kondisi ini berdampak langsung pada lambatnya penjualan sejumlah proyek perumahan di kawasan tersebut. Selasa, 06/01/2026.
Berdasarkan pantauan dari iklan online berbayar di media sosial, minat konsumen yang berhasil dijaring mayoritas berada pada kisaran harga Rp500 jutaan. Hal ini diungkapkan oleh Eka, salah satu sales perumahan di wilayah Bojonggede.
“Dari iklan online media sosial berbayar, konsumen yang kami raih kebanyakan mencari rumah dengan harga di kisaran Rp500 jutaan,” ujar Eka.
Menurutnya, meski lokasi perumahan tergolong strategis karena dekat dengan Stasiun Kereta Api Bojonggede, faktor harga yang terlalu tinggi justru menjadi penghambat utama. Banyak calon pembeli akhirnya mengurungkan niat karena harga hunian tidak sesuai dengan daya beli mereka.
“Kedekatan dengan stasiun memang menjadi nilai tambah, tapi ketika harga perumahan terlalu tinggi, konsumen tetap berpikir ulang. Akhirnya penjualan menjadi lambat,” jelasnya.
Selain harga, ketiadaan fasilitas pendukung di dalam kawasan perumahan juga menjadi pertimbangan serius bagi konsumen. Minimnya fasilitas umum membuat calon pembeli membandingkan dengan hunian lain di sekitar Bojonggede yang menawarkan harga lebih kompetitif dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Eka menilai pengembang perlu melakukan analisis harga hunian kompetitor di sekitar wilayah tersebut agar produk yang ditawarkan lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. “Analisis harga kompetitor itu penting, apalagi jika fasilitas perumahan terbatas. Kalau tidak kompetitif, konsumen pasti mencari alternatif lain,” ujarnya.
Karenanya, penyesuaian harga serta peningkatan fasilitas dinilai menjadi langkah strategis agar minat beli masyarakat terhadap hunian di Desa Bojonggede dapat kembali meningkat.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna










