BOGOR, JABAR, || Sangkakala 7
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin rapat koordinasi (rakor) terbatas yang membahas percepatan pembangunan Jalan Alternatif Puncak 2 sebagai bagian dari infrastruktur strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor. Kamis, 08/01/2026.
Rakor terbatas tersebut diikuti oleh sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait. Fokus pembahasan diarahkan pada strategi percepatan pembangunan jalan alternatif guna mengurai kepadatan lalu lintas kawasan Puncak sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
“Bersama Gubernur Dedi Mulyadi, kami membahas strategi penting untuk pembangunan jalan alternatif demi kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu peserta rakor. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini bukan hanya untuk mendukung mobilitas, tetapi juga sebagai pendorong utama perekonomian masyarakat Bogor.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Jalan Alternatif Puncak 2 merupakan proyek prioritas yang memiliki manfaat jangka panjang. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Jawa Barat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi di kawasan penyangga ibu kota.
“Pembangunan jalan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pariwisata, dan pemerataan pembangunan,” tegas Dedi Mulyadi.
Selain membahas teknis pembangunan, rakor terbatas ini juga menyoroti aspek sosial dan lingkungan agar proyek berjalan berkelanjutan dan tidak merugikan masyarakat sekitar. Pemerintah daerah Kabupaten Bogor menyatakan kesiapan untuk mendukung percepatan pembangunan melalui koordinasi lintas sektor.
Dengan percepatan pembangunan Jalan Alternatif Puncak 2, pemerintah berharap manfaat pembangunan jalan dapat segera dirasakan masyarakat, mulai dari berkurangnya kemacetan, meningkatnya aktivitas ekonomi, hingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








