Bangunan Kos-kosan di Sempadan Sungai Cibeureum Dramaga Diduga Picu Banjir, Bupati Bogor Instruksikan Penindakan Tegas

- Redaktur

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Bangunan kos-kosan yang berdiri di sempadan Sungai Cibeureum, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di kawasan permukiman warga. Menyikapi aduan masyarakat tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Kamis,08/01/2026.

Instruksi Bupati Bogor tersebut ditindaklanjuti oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dramaga dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Peninjauan dilakukan di wilayah Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, menyusul maraknya pembangunan kos-kosan yang dinilai mempersempit aliran Sungai Cibeureum.

Berdasarkan aduan masyarakat, sejumlah bangunan kos-kosan diduga berdiri melanggar aturan karena berada di alur sungai maupun kawasan sempadan sungai. Kondisi ini menyebabkan penyempitan aliran air, sehingga saat curah hujan tinggi, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di sekitarnya.

Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari viralnya sebuah video di media sosial yang menyoroti keberadaan bangunan kos-kosan di sekitar Sungai Cibeureum. Video tersebut memicu perhatian publik dan mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.

“Ini merupakan respons atas aduan masyarakat dan viralnya video di media sosial. Kami bersama Forkopimcam dan instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujar Atep.

Ia menegaskan, Forkopimcam Dramaga bersama perangkat daerah terkait akan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap bangunan-bangunan yang berada di sepanjang Sungai Cibeureum. Bangunan yang terbukti melanggar ketentuan, khususnya yang berdiri di sempadan sungai dan berpotensi menimbulkan bencana banjir, akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengimbau para pemilik bangunan dan pengembang agar mematuhi aturan tata ruang dan ketentuan lingkungan, demi menjaga fungsi sungai serta mencegah terjadinya bencana yang merugikan masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

TP-PKK Provinsi Sumatera Utara Monitoring Desa Binaan di Desa Jonggi Manulus
Bupati Humbahas Tegaskan Percepatan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2026
Disparbudpora Taput Rilis Gencarkan Promosi Geosite Hutaginjang untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata
Bupati Humbang Hasundutan Terima Audiensi Pimpinan Bank Sumut Cabang Doloksanggul
Bupati Humbahas Serahkan Bantuan kepada Korban Bencana Alam Air Sungai Meluap di Pollung
Masinton Pasaribu Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tapteng Terkait Rekomendasi LKPJ TA 2025
Bupati Masinton Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026
Jelang Pilkades Serentak, Bupati Minta Personel Hadirkan Pengamanan yang Profesional dan Humanis
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:38 WIB

TP-PKK Provinsi Sumatera Utara Monitoring Desa Binaan di Desa Jonggi Manulus

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:42 WIB

Bupati Humbahas Tegaskan Percepatan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:24 WIB

Disparbudpora Taput Rilis Gencarkan Promosi Geosite Hutaginjang untuk Tingkatkan Kunjungan Wisata

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:35 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Terima Audiensi Pimpinan Bank Sumut Cabang Doloksanggul

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:29 WIB

Bupati Humbahas Serahkan Bantuan kepada Korban Bencana Alam Air Sungai Meluap di Pollung

Berita Terbaru

Religius

Tebar Kebaikan, PLTU Serahkan Hewan Kurban

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:57 WIB

Ekonomi

MASPEKAL Perkuat Perjuangan Petani Kopi Arabika Lintong

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:48 WIB