TOBA, SUMUT || Sangkakala 7
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Toba pada 09 Maret 2026, sebuah kisah pilu menyentuh hati publik dan viral di media sosial.
Kisah ini memperlihatkan realitas kehidupan para pekerja kebersihan yang tetap setia menjalankan tugas di tengah keterbatasan, bekerja tanpa sorotan demi menjaga kebersihan daerah. Selasa, 24/02/2026.
Sejumlah petugas kebersihan terlihat tekun mengais sampah di pinggir jalan dan memindahkannya ke dalam truk pengangkut. Di bawah terik matahari, mereka bekerja tanpa mengeluh, memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman. Pemandangan ini menjadi kontras di tengah semarak persiapan perayaan HUT daerah yang sarat kegiatan seremonial.
Para pekerja tersebut merupakan Tenaga Harian Lepas (THL) yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup Toba, wilayah Balige. Dengan penghasilan sekitar Rp70.000 per hari, mereka tetap menjalankan pekerjaan berisiko tinggi. Sampah yang diangkut setiap hari bukan hanya persoalan bau dan kotor, tetapi juga ancaman penyakit, sementara perlindungan keselamatan kerja masih terbatas.
Kisah ini mencuat ke ruang publik setelah diunggah oleh akun media sosial P. Tampubolon. Dalam unggahannya, ia menuliskan curahan hati para pekerja kebersihan:
“Kami bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Toba/Balige sebagai THL dengan gaji Rp70.000 per hari. Dengan ikhlas kami bekerja tanpa lelah. Kadang kami menangis menerima keadaan ini, kadang pula kami bahagia walau lelah. Inilah hidup kami demi sesuap nasi.”
Unggahan tersebut menuai empati luas dari masyarakat. Banyak warganet berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para pekerja kebersihan, termasuk penambahan upah, jaminan keselamatan kerja, dan perlindungan kesehatan, mengingat sampah yang ditangani setiap hari juga berpotensi membawa penyakit.
Di momentum HUT Kabupaten Toba, kisah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui panggung megah dan seremoni, tetapi juga oleh tangan-tangan sederhana yang bekerja dengan hati dan ketulusan.
Diau di ho di hita adihita di sinilah kami berdiri, lelah namun setia, demi Toba yang bersih, sehat, dan bermartabat.
Penulis : Ramli Hutapea
Editor : Priyatna








