JAKARTA | Sangkakala.tv –
“Mudita” adalah suatu pikiran indah.
Diterjemahkan sebagai “Rasa Empati” atau “Kesenangan Simpatik”.
Artinya bergembira atas kesuksesan orang lain, berbagi kebahagiaan ketika orang lain merasa senang.
Inilah cara yang indah dan mulia untuk memancarkan kebahagiaan.
Sifat iri hati dan kecemburuan muncul dalam pikiran secara alamiah ketika kita melihat kekayaan, kekuasaan, kecantikan, kepemilikan materil, pencapaian dan kualitas baik dari orang lain.
Terkadang kita menyadarinya, tetapi dilain waktu kita tidak menyadarinya.
Dalam kasus manapun, merasa sengsara, iri dan dengki merupakan hasil tertinggi dari hal tersebut.
Kecemburuan dan dengki menghasilkan energi negatif. Mereka membangkitkan kecenderungan yang mendasari ketidakbahagiaan. Sebagai hasilnya, perasaan, persepsi dan formasi mental pahit yang tidak menyenangkan masuk mendominasi pikiran. Kita lalu mengalami kesengsaraan.
Mudita (kegembiraan apresiatif) menetralkan kotoran batin negatif ini dengan mencegah dan melemahkan mereka agar tidak muncul dalam pikiran.
Pada saat yang bersamaan Mudita juga . menghasilkan kekuatan positif yang baik yang menghasilkan kebahagiaan.
Memancarkan kebahagiaan lewat kebahagiaan orang lain merupakan cara yang amat efektif dan sederhana untuk merasa bahagia.
Berbahagia atas kebahagiaan orang lain seperti menyalakan sebatang lilin menggunakan lilin yang telah menyala.
Cahayanya bertambah terang, mengusir kegelapan dan menyinari dunia.
Seperti juga demikian, ketika kita ikut serta dalam pikiran dari orang-orang yang berpikiran bahagia, kejadian atau peristiwa bahagia, kita akan menjadi bahagia pula.
Manfaat terbaik dari praktik sederhana ini adalah kita dapat menikmati kebahagiaan tertinggi atas kesuksesan dan pencapaian mereka tanpa harus mendapatkan ijin dari mereka.
Setelah melihat pasangan yang bahagia yang menghargai keberadaan satu sama lain, pancarkan pikiran bahagia yang menyenangkan dan mendoakan mereka.
“Semoga pasangan ini hidup dengan tenang dan sukacita. Semoga mereka merawat satu sama lain dengan penuh cinta. Semoga mereka sejahtera dan bahagia ! ”
Setelah tak sengaja mendengar pencapaian luar biasa atau promosi karier dari seseorang, masukkan kebahagiaan dalam pikiran Anda dengan berpikir ; “Semoga ia mencapai sukses yang lebih besar lagi di waktu mendatang,
Semoga ia dapat mengatasi tantangan dalam hidup,
Semoga Ia sejahtera dan bahagia ! ”
Setelah melihat orang yang kaya raya mengendarai mobil mewah, pancarkan rasa empati dalam pikiran Anda, pikirkan, “Semoga ia mendapatkan lebih banyak sukses dalam bisnisnya.
Semoga ia menikmati kekayaannya.
Semoga ia sejahtera dan bahagia.”
Ketika Anda melihat wajah tersenyum, mendengar suara tawa riang atau perkataan penuh kegembiraan, Anda sedang disodorkan kesempatan untuk berbahagia.
Cukup dengan bersukacita, meresapi lingkungan penuh kegembiraan tersebut dengan orang-orang bahagia dan peristiwa menyenangkan yang terjadi di sekitar Anda.
Mungkin mudah untuk merasa bahagia atas kesuksesan seseorang yang kita cintai, tetapi bagaimana merasakan hal yang sama atas kesuksesan musuh kita atau orang tak dikenal ?
Bagi seorang insan yang telah mengembangkan cinta kasih tanpa batas dan welas asih, jauh lebih mudah untuk memancarkan rasa empati atas kebahagiaan orang lain.
Cinta dan welas asih menaklukkan ketidakmurnian pada tingkatan kasar.
Mereka mengurangi niat jahat, amarah, kebencian, kekejaman dan egoisme.
Pikiran menjadi lembut, halus, murni dan ramah agar rasa empati dapat mengakar ke dalam.
Kegembiraan muncul dalam pikiran seperti bunga yang mekar di musim yang tepat dengan segala kondisi yang menguntungkan.
Orang yang mempraktikkan Mudita selalu riang gembira dan terus tersenyum.
Orang seperti ini amat mudah dicintai dan mudah merasa puas.
Ia tidak perlu banyak barang dalam kehidupan karena ia menemukan kebahagiaan di mana saja.
Ia memperoleh kebahagiaan dari hal paling sederhana yang ia temui dalam kehidupan.
Setelah melihat bunga-bunga mekar di taman tetangga, ia menjadi bahagia.
Mendengarkan suara tawa anak-anak memberikan sukacita bagi dirinya.
Ia tersenyum dengan rasa empati karena melihat seorang remaja putra membantu seorang pria berusia lanjut usia naik ke atas bus.
Mudita juga bisa dipraktikkan dalam bentuk meditasi selama periode waktu.
Di sini, setelah melakukan persiapan awal meditasi, Anda seharusnya merenungkan peristiwa bahagia, penuh kegembiraan, menyenangkan dan bersifat baik yang telah terjadi di dalam kehidupan anda. Pikiran Anda secara alamiah akan menjadi bahagia saat Anda memikirkan hal tersebut.
Anda juga perlu memikirkan kondisi-kondisi yang menyenangkan dan menguntungkan yang sedang anda nikmati pada saat tersebut.
Memahaminya dan menyadari betapa beruntungnya Anda akan dapat memudahkan Anda untuk memancarkan banyak rasa empati.
Tampunglah momen sukacita yang menyenangkan dan peristiwa hidup dari Ibu Anda, ayah Anda, saudara kandung, keluarga dekat, guru, teman-teman dan rekan kerja.
Doakan mereka dalam pikiran Anda …
Semoga mereka mengalami sukacita dan kebahagiaan
Semoga banyak kejadian membahagiakan yang terjadi dalam kehidupan mereka.
Semoga mereka sejahtera dan bahagia.
Pikirkan pula semua umat manusia secara kolektif.
Bayangkan bahwa mereka semua hidup dalam kedamaian, saling memperhatikan satu sama lain dengan penuh cinta, berpuas diri, menikmati dalam sukacita.
Kembangkan rasa empati diri Anda.
Semoga semua manusia hidup dalam damai dan harmonis.
Semoga ada sukacita dan kebahagiaan dalam kehidupan mereka.
Semoga mereka semua sejahtera dan bahagia.
Begitu pula pancarkan doa penuh sukacita seperti itu bagi hewan-hewan dan seluruh makhluk hidup lainnya di kehidupan ini, doakan mereka bahagia, penuh sukacita dan kegembiraan. (Redaksi)
SALAM ROMO ASUN GOTAMA, S.Dt.B
WASEKJEND DPP WALUBI.








