Sangkakala7.tv || Kota Bogor, Jabar
Kondisi trotoar di ruas Jl. RH Soelaeman A. Kartanoemena (Ciheuleut arah Universitas Pakuan), Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor kembali dikeluhkan warga. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) terlihat membiarkan gerobak dagangannya terparkir di area trotoar, sehingga menghalangi akses pejalan kaki. Senin, 23/03/2026.
Pantauan di lokasi, gerobak-gerobak PKL berjajar di sepanjang jalur pedestrian. Bahkan, beberapa di antaranya ditinggalkan begitu saja tanpa aktivitas jual beli, membuat trotoar tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
Seorang warga yang melintas mengaku kesulitan berjalan kaki karena jalur yang semestinya steril justru dipenuhi lapak dan gerobak. “Trotoar jadi tidak bisa dipakai. Kami terpaksa turun ke badan jalan, ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Selain mengganggu akses pejalan kaki, keberadaan gerobak yang tidak tertata juga dinilai membuat kawasan tersebut terlihat kumuh dan tidak sedap dipandang. Kondisi ini bertolak belakang dengan upaya penataan kota yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota Bogor.
Keluhan warga pun semakin menguat karena hingga saat ini belum terlihat adanya penertiban dari pihak terkait. Warga berharap instansi berwenang segera turun tangan untuk menata ulang kawasan tersebut.
“Sudah lama seperti ini, tapi belum ada tindakan tegas. Kami minta segera diterbitkan agar trotoar kembali nyaman dan aman digunakan,” kata warga lainnya.

Keberadaan PKL di ruang publik memang menjadi persoalan klasik di sejumlah titik di Kota Bogor. Namun, penataan yang tidak maksimal dikhawatirkan akan terus menimbulkan masalah baru, mulai dari kemacetan, keselamatan pejalan kaki, hingga menurunnya estetika kota.
Warga berharap Pemerintah Kota Bogor melalui dinas terkait dapat segera mengambil langkah tegas dan solutif, baik dengan penertiban maupun relokasi, agar fungsi trotoar sebagai ruang pejalan kaki dapat kembali optimal.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








