Warning!!! Jalur Pakkat “Zona Merah”: Menghindari Longsor dan Jalan Licin, Innova Terjun ke Jurang

- Redaktur

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala7.tv || Humbahas, Sumut
Peristiwa longsor di Kecamatan Pakkat yang menyebabkan satu unit Toyota Innova terjun ke jurang sedalam sekitar 10 meter kini viral di media sosial dan menuai sorotan tajam publik.

Dua korban dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Minggu (23/3/2026) pagi.
Kejadian ini tidak lagi dipandang sebagai kecelakaan semata. Di tengah derasnya reaksi warganet, muncul dugaan kuat bahwa insiden tersebut merupakan dampak dari lemahnya penanganan infrastruktur di jalur yang telah lama dikenal rawan longsor.

Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan serta menggerus bahu jalan hingga amblas. Kondisi ini disebut-sebut sudah berulang kali terjadi tanpa penanganan permanen. Jalur strategis yang seharusnya menjadi penghubung vital antarwilayah kini justru berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, saat aktivitas masyarakat mulai meningkat, kendaraan Innova yang melintas diduga tidak mampu menghindari kondisi jalan yang licin dan menyempit. Mobil tersebut kehilangan kendali dan terjun ke jurang. Dua korban langsung dievakuasi dalam kondisi luka dan mendapat penanganan medis.

Ironisnya, korban diketahui tengah dalam perjalanan duka dari Jakarta menuju Aek Sopang untuk melayat orang tua yang meninggal dunia. Peristiwa ini semakin memicu empati sekaligus kemarahan publik di media sosial.

Pihak kecamatan mengakui bahwa upaya mitigasi yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara. Tanda peringatan yang sebelumnya dibuat tidak bertahan lama akibat dilintasi kendaraan bertonase besar.

“Sudah dibuat tanda, tapi kembali rusak. Ini memang butuh penanganan serius,” ungkap Plt. Camat Pakkat.

Pernyataan tersebut justru memicu kritik lebih tajam. Warganet dan masyarakat menilai penanganan yang tidak maksimal sama saja membiarkan potensi kecelakaan terus berulang. Desakan agar dilakukan perbaikan permanen pun semakin menguat.

Kapolres Humbahas AKBP Adi Nugroho bergerak cepat dengan menurunkan personel untuk evakuasi dan pengamanan di lokasi.

“Kami fokus pada keselamatan masyarakat dan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan juga merespons cepat dengan menurunkan tim ke lokasi. Namun, langkah tersebut dinilai publik masih bersifat reaktif dan belum menyentuh akar persoalan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Desakan kini mengarah pada tindakan konkret dan permanen, seperti penguatan struktur tebing, pembangunan sistem drainase, hingga rekonstruksi total badan jalan di titik rawan longsor.

Jalur Pakkat sendiri selama ini dikenal sebagai “zona merah” longsor di Sumatera Utara. Kombinasi curah hujan tinggi, kondisi geografis yang labil, serta tingginya aktivitas kendaraan berat menjadikan kawasan ini sebagai ancaman laten yang terus berulang.

Saat ini, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup dengan pengawasan petugas. Namun, langkah tersebut dinilai hanya solusi jangka pendek.
Peristiwa ini menjadi alarm keras yang kini menggema hingga ke media sosial.

Tanpa penanganan serius dan terintegrasi, jalur Pakkat tidak hanya rawan longsor, tetapi berpotensi terus memakan korban berikutnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Charles Sihombing

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru