*Hakekat Kehidupan*

- Redaktur

Kamis, 16 September 2021 - 00:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Sangkakala.tv –
Dimana ada kelahiran, disitu pasti ada kematian. Ada pertemuan pasti ada perpisahan.
Perpisahan dengan orang yang kita cintai, atau pertemuan dengan orang yang kita paling benci pasti akan menimbulkan sebuah penderitaan bathin.

Tanpa kita sadari, bathin menjadi bergejolak dan kadang kala kita tidak bisa melepaskan yang namanya kemelekatan. Kemelekatan ini diakibatkan oleh masih adanya kebodohan sehingga belom bisa atau mampu menerima keadaan bahwa orang yang kita kasihi telah meninggalkan kehidupan dunia ini.

Mau atau tidak mau, berat ataupun tidak berat, tidak ada pilihan lain harus bisa menerima kenyataan bahwa setiap makhluk pasti akan mengalami kelahiran, sakit, usia tua dan kematian.

Jika tidak menginginkan kematian, maka harus menghentikan sebabnya yakni kelahiran.

Buddha memaparkan, sejatinya sifat kesejatian diri (Hakekat KeBuddhaan) tidak lahir dan tidak mati. Inilah yang harus senantiasa kita renungkan, sadari dan kembangkan agar tidak lagi terjerumus di dalam siklus kelahiran dan kematian yang tidak berujung pangkal.

Kelahiran dan kematian tidak akan berkahi bilamana tidak mampu memutuskan nafsu baik ragawi maupun bathiniah.

Oleh karenanya penting sekali untuk senantiasa mengendalikan Pancaskandha ini, memaksimalkannya untuk tujuan kebajikan agar tercapainya kesempurnaan Paramita.

Pada akhirnya Pancaskandha inipun juga harus di sunyakan, sehingga bathin kita tetap dalam keadaan seimbang (tanpa gejolak) lagi. (Redaksi)

SALAM ROMO ASUN GOTAMA, S.Dt.B
WASEKJEND DPP WALUBI

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kekayaan Kearifan Lokal Tradisi Budaya Batak Toba “Marpangir” Perlu Diwariskan Generasi Muda
Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K., S.H., M.H, Gelar Minggu Kasih, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla
Kadis Kesehatan Tapteng Hadiri Pesta Puncak Tahun Pengajaran Iman HKBP Dolok Nauli
Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam
Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur
Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Kekayaan Kearifan Lokal Tradisi Budaya Batak Toba “Marpangir” Perlu Diwariskan Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K., S.H., M.H, Gelar Minggu Kasih, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Kadis Kesehatan Tapteng Hadiri Pesta Puncak Tahun Pengajaran Iman HKBP Dolok Nauli

Senin, 28 September 2026 - 15:58 WIB

Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam

Sabtu, 19 September 2026 - 13:29 WIB

Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur

Berita Terbaru