Sangkakala 7 || Kota Bogor, Jabar
Kota Bogor terus melakukan pembenahan sistem transportasi guna menciptakan mobilitas yang lebih tertib dan efisien. Penataan ini tidak hanya difokuskan pada pengurangan kemacetan, tetapi juga memastikan pergerakan orang dan barang berjalan lebih terarah serta tepat sasaran.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pemerintah melakukan evaluasi dan rerouting trayek angkutan kota (angkot). Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan konektivitas menuju Pasar Jambu Dua sebagai salah satu pusat distribusi utama di Kota Bogor.
Kepala Dishub Kota Bogor, H. Doddy Wahyudin, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan di sejumlah titik yang selama ini menjadi pusat aktivitas, seperti kawasan Suryakencana. Dengan pengalihan trayek, aktivitas pedagang dan pembeli diharapkan lebih terdistribusi dan tidak menumpuk di satu lokasi.
“Penataan transportasi bukan sekadar mengurai macet, tetapi memastikan pergerakan orang dan barang lebih tertib dan tepat sasaran. Kami ingin aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Arief Rusdiman, SE, menambahkan bahwa rerouting trayek angkot juga memberikan keuntungan bagi penumpang dan pengemudi. Angkot akan diarahkan lebih dekat ke pusat aktivitas perdagangan sehingga memudahkan akses masyarakat menuju pasar.
“Penumpang jadi lebih mudah menjangkau pasar, sementara sopir tetap memiliki potensi penumpang yang optimal. Ini adalah solusi win-win bagi semua pihak,” jelasnya.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap arus lalu lintas di Kota Bogor menjadi lebih lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui distribusi aktivitas yang lebih merata. Dishub juga mengimbau seluruh masyarakat dan pengemudi angkot untuk mendukung kebijakan ini demi terciptanya transportasi yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








