Longsor Bojongrangkas Bukan Sekedar DPT 7 Meter, Tekanan Alam Jadi Tantangan Utama

- Redaktur

Selasa, 28 April 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
Peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Bojongrangkas, Kabupaten Bogor, tidak bisa dipandang sederhana hanya dari keberadaan dinding penahan tanah (DPT) setinggi 7 meter. Di balik itu, terdapat persoalan yang jauh lebih kompleks dan berlapis, yang hingga kini masih menjadi perhatian serius dalam penanganannya.

‎Wilayah Bojongrangkas tercatat mengalami longsor berulang. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakstabilan struktur tanah yang dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari curah hujan tinggi hingga kondisi alam di bawah permukaan.

‎Memasuki tahun 2026, upaya penanganan mulai dilakukan secara bertahap. Namun demikian, tantangan di lapangan tidaklah ringan. Intensitas hujan yang tinggi serta keberadaan sembilan mata air aktif di lokasi menjadi faktor utama yang meningkatkan tekanan dalam tanah. Akibatnya, struktur tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung.

‎Dampak yang ditimbulkan pun cukup signifikan. Bahu jalan mengalami amblas, bahkan sebagian badan jalan ikut terdampak. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik kritis yang menguji ketahanan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

‎Berbagai langkah teknis kini tengah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Di antaranya melalui proses pemadatan alami tanah, redesign atau perancangan ulang struktur penahan, penguatan pondasi DPT, serta pemasangan bronjong guna menjaga stabilitas aliran air di sekitar lokasi.

‎Penanganan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan teknis yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperhitungkan karakteristik tanah dan dinamika air bawah permukaan.

‎Pihak terkait menegaskan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan kehati-hatian, mengingat kompleksitas kondisi geologis di lokasi. Namun demikian, arah penanganan sudah jelas, yakni menuju pemulihan akses jalan yang lebih kuat, stabil, dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

‎Dengan upaya berkelanjutan ini, diharapkan kawasan Bojongrangkas dapat bangkit dari kondisi kritis dan kembali memberikan akses yang aman bagi masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pemerintahan

Percepat Sertifikasi Halal, Bupati Humbahas Perkuat UMKM Lokal

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:33 WIB