WALHI Desak KDM Tindak Tegas Restoran Asep Stroberi di Kawasan Puncak ‎

- Redaktur

Sabtu, 25 April 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat mendesak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, untuk menindak tegas keberadaan Restoran Asep Stroberi (Astro) yang berdiri di kawasan eks Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor.

‎Desakan tersebut disampaikan oleh pihak advokasi WALHI Jawa Barat, Fauqi Muhtaromun, yang menilai restoran bertingkat tersebut diduga melanggar aturan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

‎Menurut Fauqi, ketidaktegasan pemerintah provinsi dalam menangani kasus tersebut memunculkan tanda tanya publik. Pasalnya, KDM dinilai berani melakukan penataan terhadap sejumlah lokasi lain di kawasan Puncak, termasuk objek milik pemerintah daerah.

‎“Sekarang masuk ke Astro. Kami menduga mereka melanggar PBG. Sementara kawasan Puncak sendiri sedang ditargetkan untuk penataan. Tapi Astro ini masih berdiri kokoh,” ujarnya.
‎Ia membandingkan dengan langkah tegas yang dilakukan terhadap Hibisc Fantasy Puncak, yang sebelumnya menjadi sorotan dan ditertibkan dalam rangka penataan kawasan.

‎WALHI pun meminta agar Gubernur Jawa Barat tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban bangunan di kawasan Puncak. Penataan, menurutnya, harus berlaku adil tanpa membedakan antara aset milik pemerintah maupun milik perseorangan.

‎“Jangan hanya yang milik pemerintah provinsi saja yang ditertibkan. Yang milik swasta atau perseorangan juga harus diperlakukan sama jika memang melanggar,” tegasnya.

‎WALHI menilai konsistensi penegakan aturan menjadi kunci keberhasilan penataan kawasan Puncak yang selama ini dikenal rawan pelanggaran tata ruang dan perizinan bangunan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola Restoran Asep Stroberi maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Gerobak Penjual Bubur Terbalik di Jalan Sholeh Iskandar, Diduga Akibat Lakalantas
Hujan Deras Picu Longsor dan Luapan Sungai Cianten, 41 Rumah Warga Purwabakti Terdampak
Hari Kedua Hujan Deras, Banjir dan Longsor Kembali Terjang Cigudeg, Dua Sekolah Rusak
Masyarakat KTPHS Kutuk PT. Smart Bongkar Masjid Ar-Rahman
Jalan Kapten Muslihat Bogor Tergenang Banjir, Sejumlah Kendaraan Mogok
Karcis Tanpa Nomor Polisi di Parkiran Sempur, Risiko Kehilangan Kendaraan Dinilai Tinggi
Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Permukiman Warga Terendam
Jembatan di Rumpin Bogor Ambruk, Belum Genap Sebulan Diresmikan
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 10:27 WIB

Gerobak Penjual Bubur Terbalik di Jalan Sholeh Iskandar, Diduga Akibat Lakalantas

Sabtu, 25 April 2026 - 07:29 WIB

WALHI Desak KDM Tindak Tegas Restoran Asep Stroberi di Kawasan Puncak ‎

Selasa, 21 April 2026 - 18:07 WIB

Hujan Deras Picu Longsor dan Luapan Sungai Cianten, 41 Rumah Warga Purwabakti Terdampak

Selasa, 21 April 2026 - 15:59 WIB

Hari Kedua Hujan Deras, Banjir dan Longsor Kembali Terjang Cigudeg, Dua Sekolah Rusak

Selasa, 21 April 2026 - 00:06 WIB

Masyarakat KTPHS Kutuk PT. Smart Bongkar Masjid Ar-Rahman

Berita Terbaru