Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
Dalam rangka peringatan nasional Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam latihan kesiapsiagaan bencana dengan cara sederhana namun bermakna: membunyikan tanda peringatan seperti sirine atau kentongan secara serentak pada pukul 10.00 pagi.
Ajakan ini ditujukan kepada seluruh wargi di Kabupaten Bogor sebagai bentuk edukasi sekaligus simulasi ringan agar masyarakat lebih sigap dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.
BPBD menyebut, Kabupaten Bogor memiliki potensi hingga sembilan jenis bencana. Dari berbagai ancaman tersebut, dua yang dinilai paling berdampak luas adalah gempa bumi dan kekeringan. Kondisi geografis serta kepadatan penduduk menjadi faktor yang membuat dampak dari kedua bencana tersebut bisa meluas jika tidak diantisipasi dengan baik.
Melalui latihan sederhana seperti membunyikan sirine atau kentongan, masyarakat diharapkan terbiasa mengenali tanda peringatan dini. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran (awareness) kolektif, sehingga saat bencana benar-benar terjadi, warga tidak panik dan dapat merespons dengan cepat dan tepat.
“Latihan ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi langkah awal membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat,” demikian imbauan yang disampaikan BPBD.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan peran bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan partisipasi aktif warga, risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.
BPBD pun mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta menjadikan kesiapsiagaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Mari kita tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, demi keselamatan bersama,” tutupnya.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








