Kawasan Hijau di Sentul City Gundul Usai Penebangan, Warga Protes dan Soroti Transparansi ‎

- Redaktur

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
‎
Penampakan kawasan di Sentul City yang sebelumnya dipenuhi pepohonan kini berubah gundul usai aktivitas penebangan di area yang tengah dipersoalkan warga.
‎
‎Dari pantauan di lokasi pada Senin (11/05/2026), sejumlah batang pohon terlihat telah ditebang dan menyisakan lahan terbuka. Tumpukan ranting hingga jejak alat berat tampak memenuhi area yang sebelumnya dikenal hijau dan rindang.
‎
‎Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga dari sejumlah klaster seperti Venezia, Pasadena, Sakura hingga Mountain View (Vepasamo). Mereka menilai kawasan yang dulunya berfungsi sebagai ruang hijau alami kini kehilangan daya resapan air serta peneduh lingkungan.
‎
‎Warga khawatir perubahan bentang alam tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, terutama saat musim hujan. Selain itu, hilangnya pepohonan juga dinilai mengurangi kenyamanan kawasan permukiman.
‎
‎Sebagai bentuk protes, warga bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat atau Walhi Jabar melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas penebangan pohon yang disebut minim transparansi.
‎
‎Mereka meminta adanya penjelasan terbuka terkait status lahan, dokumen lingkungan, hingga dasar hukum kegiatan pembukaan lahan tersebut. Warga juga berharap pemerintah daerah turun tangan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang.
‎
‎Sementara itu, PT Sentul City Tbk menegaskan bahwa area yang dibuka bukan merupakan ruang terbuka hijau (RTH), melainkan lahan cadangan efektif yang akan digunakan untuk pembangunan akses jalan alternatif menuju Puncak II.
‎
‎Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menjelaskan, proses pembangunan akses jalan tersebut telah sesuai aturan, termasuk penggunaan lahan cadangan efektif di kawasan Vepasamo berdasarkan Site Plan tahun 2023.
‎
‎Menurut Eko, langkah yang dilakukan pemerintah bersama pihak Sentul City telah mengedepankan asas kepentingan publik. Ia menyebut perubahan site plan merupakan bagian dari mekanisme perizinan resmi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
‎
‎Eko juga menambahkan, apabila terdapat Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) pengembang yang mengalami perubahan posisi, hal tersebut masih diperbolehkan sepanjang telah melalui pengesahan site plan serta memenuhi rasio PSU yang dipersyaratkan dalam regulasi tata ruang yang berlaku.
‎
‎Meski demikian, polemik di tengah masyarakat masih terus berlangsung. Warga berharap pembangunan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan agar kawasan hunian di Sentul tetap nyaman dan aman untuk jangka panjang.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Pemkab Tapteng Tanam Ratusan Pohon di Wilayah Rawan Bencana
Sudah Diberitakan, Kebersihan Masjid Raya Bogor Tak Kunjung Berubah
Peringati HUT RI ke-81, PT Menarini Indria Laboratories Tanam 1.500 Mangrove di Pesisir Babelan
Darurat Kemarau! Sungai Ciliwung di Bogor Mengering, Warga Bertahan dengan Air Genangan
Wabup Tapteng Ikuti Penanaman 2.000 Bibit Mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026
Tak Masuk Akal ! Satu Sungai Hasilkan 70–80 Truk Sampah, Kesadaran Warga Dipertanyakan
Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA
Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:12 WIB

Pemkab Tapteng Tanam Ratusan Pohon di Wilayah Rawan Bencana

Minggu, 6 September 2026 - 16:38 WIB

Sudah Diberitakan, Kebersihan Masjid Raya Bogor Tak Kunjung Berubah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Peringati HUT RI ke-81, PT Menarini Indria Laboratories Tanam 1.500 Mangrove di Pesisir Babelan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Darurat Kemarau! Sungai Ciliwung di Bogor Mengering, Warga Bertahan dengan Air Genangan

Senin, 27 Juli 2026 - 18:09 WIB

Wabup Tapteng Ikuti Penanaman 2.000 Bibit Mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Toba dan FJPI Sumut Bahas Promosi UMKM Lokal

Kamis, 24 Sep 2026 - 11:16 WIB