KAB. BEKASI | Sangkakala.tv –
فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”_ (Qs. Al-Ankabut: 40)
Faedah ayat :
1. Bencana Alam bukanlah dikarenakan reaksi alam semata, tapi semua itu terjadi karena kehendak Allah Ta’ala.
2. Tidaklah Allah Ta’ala menimpakan bencana melainkan karena disebabkan dosa atau maksiat yang diperbuat oleh manusia.
📖Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”_ (Qs. Asy-Syuura: 30)
3. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, *“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.”* (Al Jawabul Kaafi,)
4. Ibnu Rajab Al Hambali –rahimahullah- mengatakan, *“Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa.”* (Latho’if Ma’arif,)
5. Jika bencana telah ditetapkan Allah Ta’ala, maka bencana itu akan menyeluruh menimpa manusia, baik orang yang jahat maupun orang yang baik.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
_“Takutlah pada musibah yang tidak hanya menimpa orang zhalim di antara kalian saja. Ketahuilah bahwa Allah memiliki hukuman yang pedih”_ (QS. Al Anfal: 25).
Maka, wajibnya untuk menghindari kemaksiatan dan kekejian di masyarakat. Dan wajib pula untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, karena tindakan preventif sebelum terjadi murka Allah Ta’ala lebih baik dari pada setelah terjadi.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
والذي نفسي بيده، لتأمرن بالمعروف، ولتنهون عن المنكر، أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عِقابا من عنده، ثم لتَدعُنّه فلا يستجيب لكم
_“Demi Allah, hendaknya kalian mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Atau Allah akan menimpakan hukuman kepada kalian, lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”_ (HR. At Tirmidzi no.2323, Ia berkata: “Hadits ini hasan” (Madjid)








