Bersinergi dengan Alam Menuju Semesta yang Harmoni

- Redaktur

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Sugiyono (Pura Bhuana Puja Desa Karangaanyar, kec. Tamansari, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah)

Boyolali | Sangkakala.tv –
Om Awignam Astu Namosidam. Om anobadrah kretavo yantu Visvatah. Om Swastiastu, Rahayu Sarwa Sekalian Alam.

Umat sedharma yang berbahagia. Mimbar Hindu kali ini mengangkat tema ‘Bersinergi dengan Alam menuju Semesta yang Harmoni’.

Umat sedharma, rasanya sudah tidak asing lagi bagi kita tentang gencarnya anjuran dan imbauan pemerintah melalui berbagai media, mengedukasi tentang pentingnya menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19 dengan menerapakan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas), dan doa.

Pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ini adalah upaya lahiriah yang sudah sepatutnya dipedomani dalam kehidupan sehari-hari.

Umat sedharma yang senantiasa dinaungi sinar kebajikan. Sebagai masyarakat beragama, marilah kita pupuk rasa soliditas kita sebagai sesama manusia, seperti halnya makna yang yang tersirat dalam sloka “Tat Twam Asi”, bahwa “Aku adalah kamu dan kamu adalah aku”.

Sloka ini mengisyaratkan pesan bagi kita untuk saling menjaga dan bersama sama dalam menghadapi pandemi ini.

Mari kita sematkan Doa dalam rutinitas Tri Sandya kita, sebagai upaya batin untuk lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Atau sediakan satu waktu khusus untuk melakukan Japa, Namasmaranam, atau Meditasi, berkontemplasi dengan alam.

Kita penuhi diri kita dengan sinar suci dan energy alam yang positif, menginspirasi diri kita untuk berfikir, berujar, dan berbuat yang positif pula dengan penuh kesadaran sebagai wujud dharma bhakti kita kepada alam untuk menuju ke keseimbangannya.

Saudaraku umat sedharma yang berhati mulia. Mari dengan penuh kesadaran, kita renungi di kedalaman nurani kita, kehadiran Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam setiap perjalanan karma kehidupan kita.

Wyapi wiyapaka nirwikara, bahwa Tuhan meliputi segala ciptaanya. Seperti halnya adanya pandemi ini, bukan tidak mungkin ada rencana besar yang Tuhan rencanakan di masa mendatang sebagai jawaban atas peristiwa yang mengguncang dunia ini.

Tentunya umat sedharma tahu, kisah pemutaran Mandaragiri yang terdapat dalam Kitab Adiparwa. Dikisahkan, pada zaman Satyayuga, para Dewa dan asura (raksasa) bersidang di puncak gunung Mahameru untuk mencari cara mendapatkan Tirta Amerta. Yaitu, air suci yang dapat membuat hidup menjadi abadi.

Dengan usaha yang keras, akhirnya teraduklah samudera susu atau lautan Ksera. Saat lautan diaduk, racun mematikan yang disebut Halahala menyebar. Racun tersebut dapat membunuh segala makhluk hidup.

Dewa Siwa kemudian meminum racun tersebut maka lehernya menjadi biru dan disebut Nilakantha (Sanskerta: Nila: biru, Kantha: tenggorokan).

Setelah itu, berbagai dewa-dewi, binatang, dan harta karun muncul. Sura, Dewi yang menciptakan minuman anggur. Apsara, kaum bidadari kahyangan.

Kostuba, permata yang paling berharga di dunia. Uccaihsrawa, kuda para Dewa. Kalpawreksa, pohon yang dapat mengabulkan keinginan. Kamadhenu, sapi pertama dan ibu dari segala sapi. Airawata, kendaraan Dewa Indra. Laksmi, Dewi keberuntungan dan kemakmuran. Dan, akhirnya keluarlah Dhanwantari membawa kendi berisi Tirta Amerta.

Umat sedharma, begitulah kehidupan ini mengajarkan kita untuk selalu berbenah dengan berdisiplin diri pada jalan kebenaran untuk mendapatkan kedamaian.

Kita, sebagai bagian dari alam ini hendaknya mampu menyelaraskan diri dengan kondisi alam yang sedang menuju kekeseimbangannya.

Astungkara Ida Sang hyang Widhi Wasa akan senantiasa menyertai kita.

Asato ma sad-gamaya. tamaso ma jyotir-gamaya. mrtyor ma amrtam gamaya. Loka samastha sukhino bhavantu, Rahayu Sarwa Sekaliyan Alam.

Om santih santih santih Om

(Redaksi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas
STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE
Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung
Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng, Masinton: Momentum Memperkuat Struktur Organisasi
WABUP TAPTENG AJAK PEMUDA MAKMURKAN MASJID
Peringatan 1 Muharram, Pemkab Deli Serdang Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Hijrah sebagai Penguat Persatuan
Kafilah Deli Serdang Raih Peringkat III MTQ Sumut ke-40
Festival Muharram Angkat Sejarah dan Pariwisata Berbasis Syar’i, Kenalkan Warisan Islam kepada Generasi Z
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:01 WIB

TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:41 WIB

STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE

Senin, 20 Juli 2026 - 20:18 WIB

Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung

Senin, 20 Juli 2026 - 09:26 WIB

Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng, Masinton: Momentum Memperkuat Struktur Organisasi

Senin, 20 Juli 2026 - 09:08 WIB

WABUP TAPTENG AJAK PEMUDA MAKMURKAN MASJID

Berita Terbaru