BANTEN | Sangkakala.tv –
(وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ)
“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka dan dikatakan kepada mereka : “Tinggalah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu”. (QS. At-Taubah 46)
Makna ayat :
Dan sekiranya orang-orang munafik itu memang berkehendak keluar bersamamu (wahai nabi) menuju jihad, pastilah mereka akan bersiap-siap menyongsongnya dengan perbekalan dan kendaraan.
Akan tetapi, Allah tidak meyukai mereka ikut keluar (berangkat), sehingga amat beratlah bagi mereka untuk keluar, sebagai ketatapan Qadha’ dan Qadhar, meskipun memerintahkan mereka untuk itu dalam syariat.
Dan dikatakan kepada mereka, “Tinggallah kalian bersama orang-orang yang tinggal seperti orang-orang yang sakit, orang-orang yang lemah dan kaum wanita serta anak-anak
( Tafsir Al Muyassar)
Ayat ini adalah ayat yang sangat penting sekali, karena ayat ini adalah barometer bagi seorang hamba. Apabila engkau melihat manusia semua berlomba-lomba untuk melakukan ketaatan, Sholat malam, Tarawih, Memperbanyak doa, Sungguh-sungguh di atas sunnah dan mengamalkan sunnah dan Bersungguh-sungguh beribadah kepada Alloh Azza wa jalla, SEDANGKAN dirimu bermalas-malasan melakukan semua itu. Maka sadarilah bahwa *Allah tidak menginginkan kebaikan untukmu.*
Sehingga Allah melemahkan semangatmu. Karena Allah tidak menyukai amalanmu dan Allah tidak suka engkau mendapat kebaikan, sebabnya adalah penyakit yang ada di dalam hatimu. (Majid)








