* IKHLAS *

- Redaktur

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Sangkakala.tv –
Salah satu hal yang sangat sering saya sarankan kepada klien di ruang praktek saya sebagai seorang clinical hypnotherapist adalah ikhlas.

“Enak banget ngomongnya…,” kata salah seorang klien.
Ya betul, dan sekaligus merupakan kosakata yang sehari-hari diucapkan.

Kebanyakan kita sudah paham pentingnya ikhlas, sama pahamnya dengan pentingnya memaafkan. Kebanyakan orang juga merasa dan mengira dirinya telah ikhlas seikhlas-ikhlasnya, namun pada umumnya baru di level pengetahuan atau ide yang diucapkan ; tidak dalam tindakan yang disertai kesadaran dari hati.

Itu sebabnya masih tersimpan perasaan tidak nyaman bila bertemu dan atau teringat orang/suasana/kejadian/keadaan/peristiwa yang berkaitan.

Jadi, seperti apa ikhlas itu? Seperti dalam lagu tentang kasih ibu: hanya memberi tak harap kembali. Seperti orang buang air kecil atau buang air besar: setelah dilepaskan merasa lega, dan tidak ingin diberikan kembali kepada kita.

Kekecewaan, Kemarahan, Kesedihan timbul biasanya karena kita memiliki ekspektasi.

• Merasa telah berjasa lalu berharap dihargai dan dianggap penting.

• Merasa telah memberi lantas berharap balas diberi.

• Merasa telah memperhatikan kemudian berharap diperhatikan.

• Merasa telah membantu atau menolong, lalu berharap dirinya dibantu dan ditolong.

Ketika ekspektasi itu tidak terwujud, kita kehilangan kedamaian. Semakin besar ekspektasinya, semakin kuat pula ketidakdamaian menguasai hidup kita.

“Bukankah wajar kita berharap menerima setelah memberi ? ! ” , kata seorang klien.
“Hidup ‘kan harus saling memberi dan menerima, ada timbal balik, Take and Give,” kata yang lain.

Bukan !!! itu dagang namanya. Hidup itu tidak seperti berbisnis, tidak pakai hitungan matematis, bukan soal untung rugi.

Kita hanya perlu melakukan kewajiban hidup sebaik-baiknya, antara lain adalah memberi atau berbagi itu. Hanya itu. Berpikir tentang ganjaran atau karma baik pun tidak perlu. Itu bukan urusan kita.

Ikhlas itu dari tiada menjadi kembali tiada. (Redaksi)

SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan
Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan
Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Khutbah Jumat: Usai Ramadan, Umat Diingatkan Jangan Hanya Rajin Ibadah Saat Bulan Suci
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:15 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Minggu, 5 April 2026 - 09:07 WIB

Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air

Berita Terbaru