BANTEN | Sangkakala.tv –
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma pernah mengatakan,
ﺃُﻣِﺮَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺒْﻌَﺔِ ﺃَﻋْﻀَﺎﺀٍ
_Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan untuk melakukan sujud dengan bertumpu pada 7 anggota badan._ (HR. Bukhari 809, Muslim 1123, dan yang lainnya).
Dalam riwayat lain, juga dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃَﺳْﺠُﺪَ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺒْﻌَﺔِ ﺃَﻋْﻈُﻢٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺠَﺒْﻬَﺔِ، ﻭَﺃَﺷَﺎﺭَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﻔِﻪِ ﻭَﺍﻟﻴَﺪَﻳْﻦِ ﻭَﺍﻟﺮُّﻛْﺒَﺘَﻴْﻦِ، ﻭَﺃَﻃْﺮَﺍﻑِ ﺍﻟﻘَﺪَﻣَﻴْﻦِ
_“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi –dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau–, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki…_” (HR. Bukhari 779 & Muslim 1126).
Berdasarkan hadis tsb, tujuh anggota sujud dapat kita rinci:
1. Dahi dan mencakup hidung.
2. Dua telapak tangan.
3. Dua lutut.
4. Dua ujung-ujung kaki.
Praktek beliau ketika sujud, hidung dipastikan menempel di lantai.
Sahabat Abu Humaid Radhiyallahu ‘anhu menceritakan cara shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ﺛُﻢَّ ﺳَﺠَﺪَ ﻓَﺄَﻣْﻜَﻦَ ﺃَﻧْﻔَﻪُ ﻭَﺟَﺒْﻬَﺘَﻪُ
_Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menempelkan dahi dan hidungnya ke lantai…_ (HR. Abu Daud 734)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan agar dahi dan hidung benar-benar menempel di lantai.
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﺎ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺻَﻠَﺎﺓً ﻟَﺎ ﻳُﺼِﻴﺐُ ﺍﻟْﺄَﻧْﻒُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻳُﺼِﻴﺐُ ﺍﻟْﺠَﺒِﻴﻦَ
_“Allah tidak menerima shalat bagi orang yang tidak menempelkan hidungnya ke tanah, sebagaimana dia menempelkan dahinya ke tanah._” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf 2710, Abdurrazaq dalam Mushannaf 2898, ad-Daruquthni dalam Sunannya 1335 ).
Hadis ini menunjukkan, menempelkan hidung ketika sujud hukumnya wajib.
Bagaimana Jika Ada salah Satu Anggota Sujud tidak Menyentuh Lantai?
Praktek semacam ini sangat sering kita jumpai di masjid. Yang sering menjadi korban adalah kaki. Bagian kaki tidak menempel tanah. Terutama ketika sujud kedua. Sehingga orang ini tidak sujud dengan bertumpu pada 7 anggota sujud.
Sebagian ulama menilai, sujud semacam ini batal, sehingga shalatnya tidak sah.
(Majid)








