KAB. BEKASI | Sangkakala.tv –
“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota” (Efesus 4:25).
*Dusta atau bohong adalah menyatakan sesuatu yang tidak benar. Bisa dalam bentuk lisan, isyarat maupun tulisan.
Tujuan orang berdusta tentu bermacam-macam, misalnya: menutupi perbuatan jahat, mencari keuntungan, mencelakai orang lain, menyelamatkan diri sendiri dalam situasi tertentu, dll.
Apa pun motivasinya, berdusta adalah perbuatan dosa karena melanggar perintah Tuhan ke-9 yaitu ; “Jangan Berdusta” (Keluaran 20:16).
Berdusta adalah tindakan jahat karena melawan kebenaran.
Sekalipun kita sering mendengar ungkapan _”jujur ajur”,_ tapi dalam iman Kekristenan ungkapan tersebut sangat keliru.
Justru orang jujur akan mujur bukan hancur.
Dusta dan kebohonganlah yang akan menjadikan hidup seseorang hancur berantakan.
Saudaraku terkasih, sudah banyak kejadian keluarga menjadi hancur berantakan karena ketidak jujuran yang dilakukan oleh salah satu atau beberapa anggota keluarga.
Kasus penyebab hancurnya keluarga biasanya dipicu oleh karena perselingkuhan (ada wanita atau pria idaman lain). Orang yang melakukannya pasti berusaha untuk selalu menutupi dengan dusta dan kebohongan. Namun serapat-rapatnya ditutupi pasti akan ketahuan juga. Tentu penyebab lainnya masih banyak.
Sudah bisa dipastikan perbuatan dusta akan sangat melukai hati dan batin orang lain. Terlebih jika itu menimpa keluarga kita, maka keharmonisan dan kebahagiaan keluarga akan luntur dan sirna. Oleh karena itu jangan ada lagi dusta di antara anggota keluarga.
Firman Tuhan saat ini mengingatkan 2 hal :
1. Buang dusta.
Mengapa dusta harus dibuang ? Ya, karena dusta itu tindakan yang sangat keji dan jahat, seperti apa yang Tuhan firmankan dalam Amsal 12:22 : “Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya”.
2. Berkata benar.
Berkata benar artinya *berkata jujur apa adanya, sesuai dengan kenyataan.
Orang jujur akan mujur seperti janji Tuhan dalam Amsal 2:7 :
“Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya”.
Untuk itu, mari kita memulai berbuat jujur.
Tinggalkan semua dusta.
Maka keluarga kita akan dipulihkan oleh Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati keluarga kita.
*(Lukas Istiadi)*








